Kurasa perasaanku padamu tlah hilang
Sudah cukup lama ku menunggu
Namun waktu tak kunjung memberikan Takdir untuk kita bersatu
Apa yang harus kulakukan?
Haruskah aku menjaga jarak padamu walau hanya satu langkah dibelakangmu?
Dan berharap dengan pilihanku saat ini, kau bisa menengok ke balakang.
Menatapku yang berdiri satu langkah di belakangmu dengan wajah yang mungkin kau tidak ketahui apa maksudnya
Aku akan tersenyum, memberikan aura yang menyatakan bahwa aku bisa menjadi rumah yang selama ini kau cari
Bisa kah kau berhenti untuk menatap pada diriku?
5 detik saja dan mengkah lebih dekat untuk melihat mataku lebih dalam
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Walau hanya beberapa detik, aku yakin jika memang kau takdirku. Kau tak akan menghiraukan ku seperti angin yang selalu kau nikmati di pinggir pantai
Angin yang tak yang tak bisa kau lihat,
Tapi tanpa tak sadar dapat membuat mu nyaman ketika hembusan itu menerpa setiap pori-pori wajahmu,
ketika kau kau trdiam.sejenak dan menutup mata sedetik saja dan merasakaannya
Haruskah aku menjadi butiran Abu?
Agar aku bisa ikut berpartisipasi pada angin yang selalu kau nikmati di sisi pantai
Agar aku akan selalu membuatmu tenang, dan nyaman
Sunday , 11/ 07/ 2018
KAMU SEDANG MEMBACA
Isi Curahan Hati
Não FicçãoHanya sebuah kumpulan Seuntai Kata Yang di buat dari sebuah pengalaman yang selama ini Di jalani. Hanya sebuah Kata-kata yang muncul dari Hati dan di Lupakan melalui Kata-kata.
