09

47 5 0
                                        

"Lu cantik Ra."

"Eh? Iya dong secara gue kan kembarannya Irene."

"Nyesel gue ngomong gitu."

"Serah lu lah."

"Jadi jalan nggak Ra?"

"Kan tadi udah gue bilang. Gue ngantuk, pen tidur."

"Yah, sedih gue Ra."

"Kagak peduli gue. Keluar sana lo."

"Gue kan pengen sama lo ra."

"Gue cape bangsat! Pengen tidur."

"Tinggal tidur sih ra. Apa susahnya tinggal merem juga."

"Nanti lo grepe grepe gue."

"Gak nafsu gue, punya lo rata gitu."

"Udah ih nyebelin banget sih lo! Bisa nggak sehari aja nggak udah ganggu hidup gue!"

"Nanti lo kangen kalo gue nggak gangguin lo."

"Najis."

"Ya udah ra gue mau pulang. Besok gue jemput. Jangan sampe telat."

"Gue besok bareng Doni."

"Nggak ada. Pokonya besok lo gue jemput."

"Serah lu aja. Sana cepet lo pulang."

"Iya iya. Night Ra." Pliss ini pertama kali gue di ucapin sama cowo gitu, langsung lagi, di kamar gue lagi. Duh ini enggelnya nge pas gitu.

Dia deketin gue. Mau ngapain lagi ni cebong. Asli gue udah cape ngeladenin dia, orang paling gaje yang pernah gue temui setelah Doni.

Tek

"Eh! Bangsat! Woy anjing emang lo." asli ni pala gue sakit bngst. Gue kira mau praktekin adegan romantis, eh ini dia malah jitak gue.

Bukannya minta maaf, dia malah kabur gitu aja dari kamar gue. Kunyuk emang.

________

"Will you marry me?"

"Lo serius?"

"Iya. Will you marry me?" demi apa? Pliss Ini sehun ngelamar gue. Emak!! Jantung gue udah lari-lari ini.

"Yes, i will." bego kali kalo gue nolak lamaran pengeran gue.

"Gue cinta sama lo Ra."

"Iya Hun, gue juga."

Dia deketin gue, asli ini paru-paru gue dimana woyy, gue sesak nafas gini.

Dia senyum, diabetes woy gue diabetes. Leleh nih iler gue. Calon suami manis amat.

Dia megang tangan gue. Gila ini tangannya lembut banget. Emakkk! Gue mimpi apa hari ini, calon suami gue ganteng amat.

Dia mulai ngedeketin mukaknya sama mukak gue. Di ngedorong pelan leher belakang gue. Mukak gue sama dia tinggal beberapa centi lagi sekarang.

Dikitt lagiii

Dikit lagii. Hun woyy! Lu lama amat, biasanya juga ganas.

"Ra?"

"Eoh?"

"Ra?"

"Apa sih!"

"Woy duyung daratt! Lu tidur apa mati sih."

Astaga! Emak bapak tante omom kakek nenek. Gue dosa apa sih. Itu tadi dikit lagi Sehun mau nyium gue. Bangsat emang.

"Bangsat lo!" asli gue nangis sekarang ini. Tadi mimpi gue udah ngepas banget.

Jomblo AkutTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang