Setelah satu tahun aku berada di kelas akuntansi, aku rasa aku sudah mulai nyaman dengan kegilaan kelas ini.
Orang orangnya yang lucu, membuatku bisa tertawa lepas setiap hari.
Iya tapi yang selalu kurang dariku, hanya lah seorang pasangan.
Sedari dulu aku tidak pernah merasakan sekali pun memiliki hubungan spesial dengan seorang wanita.Setiap aku menyukai seseorang mesti saja di tolak, terakhir kali aku menyukai wanita 3 tahun aku harus berjuang hanya untuk mendapatkan perhatiannya, iya betul aku menyukainya sudah lama, sejak masih duduk di bangku smp, sampai saatnya tiba untukku ungkapkan perasaanku, lagi lagi penolakan yang aku terima. Nasib ku buruk sekali kalau perihal hubungan.. sudah terhitung kalau dia adalah wanita ke 2 yang menolak ku setelah Diana. Ya aku memang sangat sulit untukku menyukai seseorang, dari dulu saja terhitung sampai sekarang aku hanya menyukai 2 orang wanita, yang mana semuanya menolak ku...
Sampai akhirnya aku melihat seorang wanita, Sinta namanya dia adalah murid dari kelas administrasi perkantoran, entah kenapa setelah aku melihatnya aku ingin mengenalnya lebih jauh.
Namun lucunya bagiku, ternyata dia adalah teman sekelas ku dulu di kelas 9 sekolah menengah pertama.
Lucu sekali, dulu pernah sekelas tapi sukanya baru sekarang. Namun sial, temanku juga ikut menyukainya dan dia lebih awal mencoba untuk mendekati nya.aku pikir aku sudah tak ada kesempatan, sampai atas suatu kejadian, aku mendapatkan pin BBM nya... Yang langsung saja aku ping dan kuberikan salam dari temanku yang menyukainya ( biasalah modus awal untuk memulai obrolan, dengan sok sok an memberi salam ) padahal temanku tidak menyuruhku sama sekali..
Dan pernyataannya "apaan sih Mar, aku gx suka sama dia, dianya aja yang terlalu berharap." Ucap Sinta , setelah mendengar pernyataannya yang terlintas di pikiran hanya kesenangan, karena aku tidak memiliki saingan lagi. Setelah salam itu kami mulai mengobrol, mulai dari candaan sampai perhatian kami mulai dekat. Lalu aku teringat lagi dengan nasib temanku yang menyukai Sinta.
Akhirnya aku jelaskan ketemanku, hadit namanya.. betul saja tepat seperti dugaanku bahwa sebenarnya usaha dia mendekati Sinta hanya sekedar coba coba saja, dan dia pun sebenarnya telah memiliki sasaran lainnya.. lega rasanya mendengar jawaban temanku, dengan begitu aku lebih leluasa mendekati Sinta tanpa takut di bilang teman makan teman.
Aku dan Sinta mulai sangat dekat, bahkan kami sudah tak canggung untuk membicarakan rahasia kita masing masing.
Namun, setelah 1 bulan waktu berlalu. Sifatnya mulai berubah, ia seperti berusaha menjauh dariku, tapi tetap saja kengototan ku untuk mendapatkan nya jauh lebih besar di banding kan keputus asaanku..
Hingga saat memasuki bulan kedua, ia benar benar hilang, ia hanya membalas pesanku sesekali saja.. entah itu pagi ataupun malam, tetapi aku selalu mengawasi handphone ku dari pagi hingga malam hanya untuk menunggu balasannya, walaupun aku di acuhkan,tetapi aku tidak menyerah untuk selalu memperhatikan nya, mengingatkan nya untuk makan, istirahat, maupun beribadah..
Sampai pada bulan ke 3 ketakutan ku ternyata menjadi sebuah kenyataan, sempat ia salah mengirim pesan yang akhirnya terkirim padaku, yang terlintas di pikiran ku hanyalah kecewa dan ingin menyerah, tapi aku sadar jika aku menyerah, itu sama saja seperti berhenti saat perang tengah di mulai.. pada bulan ke 7 kuberanikan diri untuk mengutarakan perasaanku padanya, seperti hal nya seseorang yang baru ingin mengutarakan perasaan, aku gugup betul, saat itu aku sedang di Landa gusar karena ketakutan ku akan kekalahan untuk mendapatkannya, saat di tengah kegusaran, datanglah seorang teman dekat ku Riza namanya, dengan maksud mengajak ku nongkrong sekaligus menghilangkan galau ku sejenak...
aku di bawanya ke jejeran ruko tempat anak muda biasa mengobrol, di mulai dengan tegukan kopi, ku awali percakapan ku mengenai gadis itu, dia teman dekatku, btw dia laki laki hehehe... Kami mulai mengobrol saling bertukar pikiran... Maklum lah ini kala pertama kali, setelah sekian lama ku tutup hatiku untuk merasakan cinta lagi... Kawanku sangat berpengalaman, bagaimana tidak berpengalaman ia memiliki paras tamvan telah banyak wanita yang menjadi pacarnya, aku rasa aku bertukar pikiran dengan orang yg tepat...

KAMU SEDANG MEMBACA
First "Last" Love
Jugendliteraturketika cinta tak bisa menempatkan dirinya, sebagai yang pertama atau yang terakhir.