day 21

240 41 0
                                    


Batu kerikil di jalanan itu terlempar ke segala arah. Hentakan dari kaki jenjang manusia itu menjadi sebab bebatuan yang awalnya diam itu berhamburan dari tempatnya.

Daniel tetap berlari meskipun peluh sudah membasahi dahinya.

Letihnya terbayar sudah ketika akhirnya ia melihat seorang gadis yang merebahkan dirinya di bangku taman terpencil, tempatnya biasa berkunjung saat bersedih.

Ia ada disana. Tepat dugaannya.

“Kim Sejeong?”

Gadis itu menoleh, dahinya berkerut tak percaya seakan melihat pangeran di sebelahnya. Matanya menatap lekat mata sipit namun teduh sosok itu, terdiam menikmati setiap sensasi hangat di hatinya.

Sialnya, ketika ia sudah sampai di titik ternyaman, pikiran tak masuk akalnya terngiang-ngiang di kepala bahwa pria disebelahnya hanyalah sebuah fatamorgana yang dicintai berlebihan olehnya.

sticky note || k.daniel [✔]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang