Chapter 00 : Prolog

47 3 3
                                    

Author : "Sebelumnya Pict sampul saya gunakan dari karya WLop bisa cek aja gimana di IG/FB/Channel YT, dan lagi saya membutuhkan saran dan komentar bagi kalian yang membaca ini."

-----------

Sudah 4 jam aku bertarung dengan naga hitam tingkat bencana dewa ini.

Aku menatapnya sambil memasang postur bertahan.

Sementara itu, naga hitam itu terbang kearahku sambil menyemburkan api panas dari mulutnya.

[The Goddes of Light : Guardian Shield!]

Kataku sambil mengcast skill sihir dan membuat pelindung kepada diriku sendiri.

Aku bisa bertahan dari api itu karena skill yang ku gunakan tahan terhadap apa aja saja selama 10 detik.

Naga hitam bermata emas itu menatap ku sambil memancarkan nafsu membunuh.

Aku mulai menyiapkan pedangku kembali, lalu melesat menyerang naga hitam itu dengan kecepatan yang hebat. Namun, serangan itu saja belum cukup, bahkan untuk menggores sisiknya saja tidak bisa, ini sungguh buruk aku kehabisan ide untuk melawannya satu-satunya cara mungkin 'aku harus menggunakan berkah ilahi.'

"Guruaaa!!!"

Saat seranganku berhenti sejenak, Naga itu menyerangku.

Aku menerima serangan dalam jarak yang begitu dekat.

"..... Akh!"

Dengan kekuatan yang mengerikan aku terpental seolah-olah bagaikan debu.

Aah seluruh badanku sangat sakit sekali.

Kupikir aku sudah membentur tanah hingga retak karena serangan itu karena dampak serangan naga itu.

Hai ini sungguh terlaluan bukan? Hal yang bisa aku lakukan sekarang adalah menjadi sosok yang melebihi eksistensi makhluk kuno ini dengan menggunakan skill dewa. Skill yang bisa membantuku menyelesaikan pertarungan ini, badanku langsung disinari cahaya emas terang, seolah-olah aku sudah mengeluarkan semua kekuatanku.

Karena aku baru pertama kali melawan naga yang begitu kuat ini, tetapi jika aku menggunakan atribut anugrah dari 'dewi cahay Athena' maka tidak aneh aku bisa mengimbanginya.

[The Goddes of Light : Divine God!]

"Saatnya kita mulai kembali."

Aku langsung bangkit kembali, lalu berdiri sambil menyiapkan pedangku.

Tanah-tanah disekitarku hancur karena kekuatan yang meluap-luap ini. Melesat cepat bagaikan cahaya ke langit, seranganku berhasil melukainya, diujung pedangku ini adalah bukti darah merahnya mengalir keluar.

Sang naga jatuh dari langit, lalu menghantam tanah hingga hancur.

Sang naga melancarkan serangan jarak jauhnya, tanpa memikirkan apapun aku menghindari serangan itu, akhirnya tiba dihadapannya.

Serangan selanjutnya aku menusukan pedangku keleher sang naga.

Pedangku menghancurkan sisik hitamnya.

Walaupun begitu, sang naga masih bertahan dari seranganku, lalu sang naga mengangkat kakinya dan menurunkannya seolah-olah ingin menghancurkan ku.

Sambil mengehindari itu, aku berlari menuju bagian tubuh atasnya dengan cara melewati kaki yang diayunkan.

"Gruaaaa!"

Karena aku menusukkan pedangku untuk memanjat sisik hitam yang licin, naga itu bertindak dengan ganas karea rasa sakit hingga aku terpental dan menabrak batu besar.

Pieces of HopeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang