Kutelan kisah usang sebagai obat penenang

33 4 0
                                    

Dulu terasa indah, rasanya tak ingin aku lupakan, biarlah kisah kita terukir diantara tumpukan kenangan-kenangan pahit semasa hidupku... biar aku pelajari tentang kita, tentang cinta yang tak saling memiliki...

Tidak ada yang salah pada dirimu...ini semua adalah kebodohanku dan semua ini tentang takdir, aku tak menyalahkan waktu meskipun entah kemana lagi arah langkah kaki ini menghadap, yang pasti aku pasrah se pasrah-pasrahnya..dulu nyaris kita merencanakan untuk saling sapa dalam nyata saling bertemu menumpahkan rindu yang hari ke hari kita tuang kan dalam bait-bait puisi...

Banyak diantara mereka menyaksikan betapa bahagianya aku kala itu, aku rasa engkaupun sama merasakannya, aku tidak bisa berbohong pada diri sendiri, kalau aku masih terbelenggu rasa yang tak ada habisnya, sepertinya aku haus akan sapa dan perhatianmu, namun aku takkan memaksa diri mencuri air di kubangmu sekalipun dahaga semakin menjadi...

Dalam tidur ku sengaja ku rangkai semua ingin menjadi imaji pertemuan kita yang seperti nyata, engkau masih dengan senyuman yang sama, senyuman yang hangat memeluk kedua mata... dalam hati ku bergumam "Ya Allah bila kah ini semua menjadi nyata aku sangat mencintainya begitupun dia... demi nama-Mu yang agung, perkenankanlah aku untuk sehidup sesyurga dengannya"... begitulah caraku menangis, memelas...

Kamu, yang sekarang pergi tak meninggalkan sepercik cahaya untukku, aku ikhlaskan engkau untuk tetap melangkah, raihlah bahagiamu, aku rela bila engkau bahagia sekalipun bukan aku yang menjadi alasan bahagiamu, aku ikhlas... doa terbaikku selalu menyertaimu... jujur, entah sampai kapan rasa ini semua akan sirna, mungkin setelah bahagiaku ditemukan, ya..seperti itulah keadaanku sekarang, aku berharap bahagia dengan kisahku yang baru... tapi dalam diam masih ada terselip beberapa doa untukmu...

Kelak, bila takdir mempertemukan kita dengan kondisi yang berbeda, mungkin tak aneh lagi perasaan itu pun akan muncul kembali, karena kita saling meninggalkan dalam posisi yang sama, kau tau alasan aku kenapa, dan aku meminta maaf untuk segala kesalahan yang pernah aku buat, bahasa yang pernah membuat perasaanmu terluka, dan janji yang belum aku tepati.

Aku tak menemukan tujuan apa-apa pada tulisan ini, ini mungkin upayaku untuk menelan segala kepahitan dan menjadikannya sebagai obat penenang, mungkin kamu lelah dengan segala keluh kesahku, kamu tau? sekeras apapun usaha untuk mengusir dirimu di sini *nunjuk dada* aku tak pernah mampu, entah engkau merasa nyaman meski berdesakan dalam dada atau memang aku yang tak rela untuk kehilangan kamu... :'(

sekarang...

ku telan kisah usang sebagai obat penenang

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 03, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Terluka Untuk bahagiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang