First Meet Him 💓

4 0 0
                                        

sekitar bulan maret, aku memasuki sekolah,bisa dilihat dari semua pandangan orang yang berlalu lalang melewati ku, pandangan mereka berbeda-beda, ada yang tertarik, ada yang benci, ada juga yang sama sekali tidak tertarik untuk melihat.

aku tipe orang yang tidak terlalu memedulikan orang lain, teman? Aku punya tapi tidak sampai sahabat dekat,kuhabiskan waktuku saat pulang sekolah hanya membaca koik, jadi aku tidak pernah bergaul

"Hei,Kenal aku?" seseorang menghampiri ku dengan rambutnya yang basah dan nafasnya gak karuan, bisa ketebah, dia habis lari

"Tidak"

"oh kalo begitu,aku aveiro"

aku hanya diam, bingung saja ada orang yang tiba tiba ngajak kenalan dengan cara begitu

"kok diam? aku sedang jelek ya? yaudah tunggu aku gantengan dulu baru kenalan ya,duluan ya, permisi"

dia langsung lari dengan bajunya yang lepek karena keringatnya, bisa dibilang dia sksd

Aku bilang pada diriku sendiri "aku tidak boleh cuek kali ini, aku harus bisa bergaul"

Setelah kelar dengan khayalan ku, aku masuk ke kelas ipa 1  dan seperti biasa aku memilih duduk di paling belakang,biar bisa membaca komik saja.

ngomonf-ngomong disekolah ku satu ini, kesannya agak kuno, sudah ada sejak tahun 70an,pohonnya saja sudah ratusan tahun jadi bisa dibilang kesannya agak horror

"Hei!" tibatiba saja ada yang geprak mejaku saatku sedang melamun

"Cakep-cakep doyan ngelamun" Kirain cowo, ternyata perempuan yang ngegeprak mejaku

"kenalin, aisyah, lu pasti... Dominika?"

"iya aku dominika" aku berdiri sambil mengulurkan tangan untuk kesan sopan saja

"Kok formal banget sih? Anak mana? Dari jakarta kan? Kok alim"

"Oh,aku private school, jadi kurang bisa bergaul"

"yasudah,gue yg temenin lo deh"

"makasi" aku pun senyum, dalam hari pertama ku berhasil merekor berteman dengan 1 orang

.
.
.

"Ya teman-teman hari ini kita ada pembagian tugas untuk penjaga-penjaga sekolah,bukan kek satpam ya, melainkan kita menjaga kedisiplinan"

"Iyaaaaa kakkkkk"

"untuk penjaga ruang uks nanti nama-namanha dipajang di papan pemberitahuan"

"Baikkkkk kakkk"

"saya permisi" /osis

saat itu juga, aku tidak sabar menunggu jam istirahat, menurutku sekolah itu lumayan membosankan, bukannya sombong saat home schooling, aku sudah belajar lebih banyak, jadi semua pelajaran aku sudah mengerti.

(bel lonceng)

akhirnya istirahat, semua murid bertuju bukan ke kantin melainkan ke papan pengumuman, padahal cuman baca begituan, bukannya bisa nanti? Kertasnya ga kemana" kok, mereka malah milih desak"an begitu

tujuan ku berbeda dengan mereka semua, aku memilih ke kantin untuk makan dan memilih spot yang enak untuk menyendiri

Aku hanya beli jajanan saja,dan pas banget kulihat ada tempat menyendiri di belakang tembok gudang, tempatnya disitu gaterlaku horros si, jadi enak untuk jadi markas ku :)

Kumulai baca chapter 10 dan sambil menyemili makanan ku

"hai" tbtb ada yang menyapa ku

"Kau tau itu tempatku?" dia bilang begitu, tentu aku bingung

"Tidak"

"itu sampingmu ada bakso bertuliskan milik aveiro"

"oh, aku tidak lihat"

"kamu boleh duduk situ"/aveiro.
"asalkan aku tulis namaku di wjahmu, biar kamu milikku"

"gausah makasi, maaf menganggu" niatanku untuk pergi tapi apa daya, tanganku ditarik

"Gausah kemana-mana sini aja, disitu rame, gue gasuka rame, berisik" /aveiro

ternyata kita berdua sama, tidak suka keramaian.

"Kau kenal aku kan?"

"aveiro?"

"kok kenal?"

"kamu tulis namamu dibakso"

"hehe pinter"

"makasi"

saat itu juga beribu pertanyaan muncul sperti salah satunya, ia sangat humoris kenapa tidak makan bersama teman-temannya? Kenapa juga ia mau sendirian?

"besok kesini lagi ya"/aveiro

"iya, kalo inget" /

"harus inget" /aveiro

"iya" /

"tinggal dulu ya, dah" /aveiro

Aku hanya senyum dan dia pergi, itu akhir dari hari ini, hari pertama
Iya, dia mengucapkan hai dan dia juga yang mengucapkan bye

Hi,click like ya plus comment :)

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 15, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

feels 2018Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang