7 : Luna, kamu gak menjual diri pada si Om kan?

1.9K 117 21
                                        

Ddrtttt

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ddrtttt.....ddrtt....

Gue ngelirik nama dilayar hape gue.

Om Santaclaus.

"Hallo Om? Kebetulan banget Luna mo telp Om," dusta gue manis.

"Ohya? Berarti kita sehati donk?"

Gue bisa ngedengar tawa renyah Om di telpon. Kayaknya dia lagi hepi hari ini.

"Om menang lotere? Kayak lagi seneng betul?"

"Apa orang hanya senang karena memang lotere?" Om balas bertanya.

Gue terkekeh geli.

"Gak tau orang lain. Kalo Luna sih iya aja."

Boong lagi. Gue kan gak pernah beli lotere!

"Atau Om senang karena bakal ketemu bidadari dari khayangan?"goda gue lebih lanjut.

"Dua-duanya. Aku senang menang lotere karena bakal ketemu bidadari cantik seperti kamu."

Tuh kan. Receh banget. Tapi napa hati gue berdesir senang?

"Aih Om. Senang banget bikin Luna melting kek gini,"rajuk gue manja.

Om ketawa riang.

"Cantik, siap-siap ya. Dua jam lagi kujemput. Pakai gaun merah yang minggu lalu kita beli di butik The Have."

Itu kan gaun pesta. Berarti si Om mau ngajakin ke acara istimewa nih. Jadi penasaran.

Dua jam kemudian, gue udah di mobil si Om dengan memakai gaun pesta yang seksi.

Om mengenakan stelan tuksedonya yang perlente hingga ia keliatan makin mempesona.

"Wow...Om..." Sengaja gue menggantung ucapan gue.

Om jadi penasaran.

"Aku, kenapa?"

Gue maju untuk merhatiin dia makin dekat. Tetap ganteng lah. Dari sini gue bisa ngeliat keriput halus di ujung matanya. Tapi napa kesannya si Om jadi nambah misterius dan seksi?!

Cuupppppp.

Gue mengecup bibir Om lamaan.

"Om manis."

Dia tergelak mendengar komentar gue.

"Astaga, baru sekali ini ada yang mengatakan aku manis."

"Biasanya?"tanya gue sambil nyengir.

"Seksi. Maskulin. Gagah. Tampan. Mempesona."

"Om gak pengin muntah dengar orang ngomong kayak gitu?"sindir gue.

"Enggak. Malah pengin tidur. Bosan."

"Tidur atau nidurin orang?"goda gue menjurus.

Om menatap gue intens hingga senyum tengil gue menghilang.

25. Balada Cewek Matre (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang