part 1

27 4 1
                                    

Votenya😚

--------
Chaca mengeser tubuh nya berniat menyuruh adrian duduk di sebelahnya.

Adrian duduk di samping chaca dan tersenyum pada kekasih nya itu. "Makan?" adrian menyelipkan anak rambut chaca kebelakang telinga. "Pesen baso sama jus jeruk,nitip sama ana. Kamu mau" tanya chaca pada adrian yang di sebelahnya.

"Nggak usah kamu ajah yang makan biar cepet gede" ujarnya sambil menepuk puncuk kepala chaca pelan. Pipi chacha merona dengan perlakuan sederhana adrian membuat nya selalu blusshing.

Seakan lupa dengan sekitar mereka lupa bahwa ada dua orang di hadapannya yang menatap mereka jengah. Chaca yang baru tersadar merasa ada yang menatap nya pun memandang orang yang di depannya.

"Kitamah apa yaa dif, cuman butiran upil yang keselip di antara debu debu lantai. Nggak keliatan" ujar salma dramatis alay dengan muka yang di memelaskan.

"Dunia serasa milik berdua, yang lain cuma ngontrak aja" difa memutar bola matanya malas.

Alana sudah datang dengan tiga mangkuk bakso dan tiga gelas es jeruk dan menaruh nya di meja. "Ngbrolin apaan sih ribut amat" tanya alana yang baru duduk dan menuangkan empat sendok sambal.

"Mereka tuh jomblo jadi sirik mulu kalo ada yang lagi manis manisan" kata chaca menunjuk salma dan difa dengan dagu nya. Alana menatap chaca lalu kesebelahnya yang ada adrian dan baru menyadari nya akan ke hadiran sosok pacar sahabat nya itu.

"Oohh pantes" alana hanya membulatkan mulutnya. "Cari pacar makannya" lanjut alana.

"Dih emang lo punya pacar" kata difa pada alana "nggak"

"Elah lo juga jomblo masih mau ngatur ngatur kita suruh cari pacar" ucap salma smabil memajukan bibirnya.

Chaca dan adrian hanya menyimak percakapan sahabat nya itu dia hanya fokus makan baksonya hampir setengah habis. Merasa di perhetikan chaca pun menoleh kesebelahnya yang ada adrian sedang mentap nya sambil tersenyum. "Kenapa?" tanya chaca dengan pelan pada adrian. "Ngga papa"

"Kamu nggak makan?"

"Nggak usah"

"Kenapa?"

"Liatin pipi kamu goyang goyang udah bikin aku kenyang" ujarnya sambil mencubit pipi chaca gemas.

Pipi chaca memang agak tembem jadi selalu mebuat adrian gemas.

"Ihhh" chaca mengembungkan pipinya sebal lalu menyedot jus jeruknya. "Habisin makanannya" suruh adrian .

"Kenyang" ucap chaca sambil mengelus perutnya.

"Habisin dong"

"Nggak mau"

"Kamu ajah yang habisin" lanjutnya.

Adrian mengambil alih mangkok berisi bakso milik chaca dan menyuapkan satu bakso ke mulutnya. Chaca yang melihatnya pun terbelalak, niat nya hanya bercanda tapi malah akan di habiskan sungguhan oleh adrian.

"Kenapa di makan" tangan adrian terhenti sesaat saat mendengar pertanyaan dari chaca. Ia menyedot jus jeruk milik chaca sedikit. "Kan kamu tadi bilang habisin" sebelah alis adrian terangkat.

"Kan cuman bercanda" ujar chaca "ohh berarti kamu masih mau baksonya" tangan adrian bersiap menyuapkan makananya pada chaca, namun chaca segera menggeleng "bukan.bukan magsudnya kenpa kamu makan beneran baksonya"

"Emang kenapa"

"Kan i itu bekas aku. Emang kamu ngga jijik" tanya chaca. "Kenapa harus jijik, kan ini bekas kamu bukan orang lain". Chaca pun hanya tersenyum tipis dan adrian menghabis kan sisa makanannya.












-------

Partnya pendek yaa 😘

ShakinaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang