17

27 7 3
                                        

"Yoor!"

"Y-ya?"

Yoorapun tersadar dari lamunanya. Dan akhirnya ia mengetahui siapa laki-laki yang berada di depan dirinya sekarang. Jeksen, teman sekaligus tetangganya saat kecil.

****T H R O W B A C K****
**10 tahun yang lalu**

"Yoora..."
"Buka pintunya nak" -Ibu Yoora

"Engga! Ibu jaat sama Yura!"

"Yoor, mungkin itu jalan terbaik buat mereka Yoor. Nantikan kita bisa nyamperin mereka di Amerika, atau mereka juga bisa main-main ke sini lagi ya kan?" -Ibu Yoora

"Tapi beneran bakal ke sana entar?"

"Iya sayang, buka pintunya dulu ya" -Ibu Yoora

Yoorapun membuka pintunya dan melihat ibunya dengan mata yang sembab akibat menangis.

"Yoora kenapa nangis?" -Ibu Yoora

"Yura nanti kangen Jeksen bu... nanti ga ada temen main lagiii"
Ucap Yoora dengan mata dibanjiri air mata

"Udah, udah. Sekarang kita ke rumah mereka yuk. Mereka mau pamit tuh udah nungguin Yoora" -Ibu Yoora

Yoorapun menuruti perkataan ibunya dan pergi keluar untuk ke rumah Jackson

"Yooraaaaa!" -Jackson

"Jeeekseeeennn... huwaa"

"Iih Sayur kenapa nangiss?" -Jackson

"Jeksen yang kenapa pergii. Nanti Yura sama siapa disini? Nanti kalo Yura sendiri gimana?"

"Ih Yura cengeng, kan ada bang Suga, ada mama, papa Yura. Yura ga sendirian kok"

"Tapi Yura maunya sama Jeksen gimana dong:("

"Nanti Jeksen main-main kesini ya"
"YA KAN MA?!!" -ucap jackson sambil berteriak.

"Iyaa sayang... semoga ya" -ucap mama Jeksen

"Beneran ya? Janji harus sama Yura lagi."

"Iya Yura, sekarang Yura jangan sedih ya! Nanti Jeksen bawain coklat sama permen buat Yura!" -Jeksen

"Beneran ya??! Permen sama coklat! Yura ingetin entar"

"Iya iya, dadah. Jangan lupain Jeksen ya!"

"Dadah Jeksenn! Cee you on top ya!"

Mobil Jackson pun berlalu meninggalkan halaman rumah Yoora dan juga Jackson. Sekarang Yoora hanya bersama orang tuanya, dan Yoongi sang kakak. Tanpa kehadiran Jackson, hampa rasanya bagi Yoora.

__~~5 Tahun Kemudian~~__
Di Tahun ini adalah tahun dimana Yoora dan Jackson akan menghadapi Ujian Nasional, dan TO lainnya. Jackson, maupun Yoora tidak saling berkunjung, mereka hanya berkomunikasi lewat SMS, itu saja jarang.

Yoora berkata dalam hati.
'bukan perpisahanlah yang gue takutin. Tapi gue takut akan melupakan lu. Dan gue takut akan ada suatu saat nanti gue telah terbiasa tanpa lu. Gue takut ada suatu saat gue akan melupakan kenangan kita dahulu. Gue sangat takut'.

Bahkan sekarang ia memiliki banyak teman, baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan. Ia bahkan terkadang tidak mengingat Jackson dan malah mengingat temannya yang lain. Jika semua itu terjadi, ia berharap suatu saat nanti, mereka akan dipertemukan kembali, memori yang telah hilang itu akan di kembalikan, dan mereka akan membuat momen dan kenangan baru bersama.
.
.
.
.
To
Be
Continued
Gimana gais sejauh ini?
/aw i cri
Tinggalin jejak dond 0_0
Kalo di setiap part bakal di selipin quotes gimana? Jangan lupa komen nee~

Wonder Her Tear AnswerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang