Hari senin biasanya menjadi hari menyebalkan karena hari pertama untuk beraktivitas setelah hari minggu yang penuh malas-malasan. Aku sebagai manusia biasa pun juga malas dengan hari senin, tapi hari ini aku bahagia karena hari senin aku resmi menjadi siswa baru di SMA Negeri favorit di daerahku.
Aku menaiki bi, beruntung aku mendapatkan bangku di bis dan tidak berdiri berdempetan, aku melihat banyak siswa baru yang akan bersekolah mengapa tahu karena mereka mengenakan seragam sepertiku baju putih abu-abu yang warnanya masih putih kaku seperti baru hhh.
Aku turun dari bis dan dengan bangga aku melewati pintu gerbang lalu aku mencari kelasku X.4. sekolah ini masih menganut kurikulum KTSP 2006 jadi belum ada penjurusan. aku mengedarkan pandanganku mencari bangku kosong, walaupun jam menunjukan pukul setengah 7 kelas ini sudah ramai sudah pasti embel embel siswa- dan siswi baru tentu tidak ingin hari pertamanya terlambat.
Aku duduk dibangku paling belakang kolom ke 3, aku hanya mengenal teman sebangkuku namanya Nuril. Sepanjang menunggu bel kita mengobrol dan saling mengenal. Aku duduk dibangku dekat dengan bangku meja para cowok. Jumlah siswa di kelasku 28 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki. Para laki-laki duduk dekat tembok berderet mengelompok.
Setelah bel dan menuntaskan Upacara hari senin kami masuk kelas. di sekolahku terdiri dari 8 kelas dan aku masuk x.4. saat mulai pelajaran kami hanya sesi perkenalan saja belum mulai pelajaran.
"Muhammad Yusuf" Guru Fisika bernama bu yuli menyebutkan namanya
"silahkan Yusuf perkenalkan diri kamu!"
"Perkenalkan nama saya Yusuf dan ........."
Aku melirik kesamping yang sedang memperkenalkan dirinya di depan teman-temannya, seperti mahasiswa lain aku pun mendengarnya.
***
Perkenalkan namaku Rika Saraswati aku biasa di panggil Rika, aku kali ini menceritakan kisah cinta masa SMA yang tak semanis madu. Aku remaja perempuan yang baru duduk di kelas X. Aku sebagai perempuan pasti cantik. Tapi cantik relatif pasti ada yang bilang aku cantik pastipun ada yang bilang aku jelek, mengapa bisa karena wajahku tak semulus wanita korea yang licin super licin dan cerah merona. Aku perempuan dengan wajah berjerawat aku bukannya tak peduli dengan wajahku tapi aku sudah mencoba berbagai cara tapi wajahku masih saja timbul jerawat. Minder, tapi karena jerawat inilah membuatku harus membuang jauh-jauh pemikiran cowok yang aku sukai hahha, dengan wajah berjerawat tentu kusam wajah ini dan kadang aku sudah muak dengan wajahku sendiri malas untuk mengaca.
Sudah dua minggu lamanya aku bersekolah disini dan aku sudah kenal banyak dengan banyak teman kelas.
"Ril pinjam dong pulpenya, pulpenku habis nih!"aku menujukan pulpen kalo tintanya habis
"maap Rik aku bawa satu doang"
Hari ini hanya pelajaran merangkum saja apa yang ditulis sekretaris di papan tulis, membosankan memang, karena bu Ani sedang ada urusan jadi deh merangkum. Pelajaran hari ini guru tidak ada. walaupun hanya menulis tapi kelas ini tetap sepi walaupun hanya menulis lah jelas karena masih status siswa baru.
Aku menoleh ke kanan dan ke kiriki ketika laki-laki sebelahku sedang pas kepala nengok ke arahku aku meminta tolong
"Yusuf, pinjam dong pulpen ada gak?"
"ada, nih" dia menyodorkan pulpen dan meminjamkannya, jarang jarang nih cowok baik gini.
"makasih ya, nati aku kembalikan"
"iya santai"
Aku melanjutkan menulis lagi.
***

KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Masa SMA
Teen FictionApa yang ku rasakan mungkin bisa jadi ada yang merasakan sepertiku. Dia lelaki yang baik hati dan memiliki sejuta pesona Sang pemain futsal di kandangnya. Kejadian kejadian aku gambarkan dengan ringkas tentang dia. Seperti pungguk merindukan bulan ...