Muhammad Yusuf II

31 1 0
                                    

Aku sudah setahun di SMA Negeri favorit dan kini aku menginjak kelas XI IPS 4. Dan aku tidak bersama mereka lagi. Yusuf di kelas XI IPS 3, Fanti dan Siska di kelas XI IPS 2 sedangkan Billa dia di kelas XI IPA 3. Billa memang pintar dan kelas IPS 3 adalah kelas orang-orang pintar. Aku sedikit lega tidak satu kelas dengan Yusuf. Kin aku punya teman- teman baru dan kini aku duduk kembali dengan Nuril tentu satu kelas lagi.

Aku yang sedang piket di teras kelas waktu pagi menengok ke arah kelas XI IPS 3 yang bersebelahan dengan kelasku. Aku melihat Yusuf dan kemudian dia juga mnengok ke arahku dan tentu dia cepat-cepat berpaling dariku, hati mencelos merasakannya, aku teruskan lagi menyapunya dan segera masuk kelas.

"lagi apa kamu Ev?" tanyaku pada Eva

"ini aku lagi ngisi data, lumayan ngisi kaya gini dapat bayaran"

"lumayan juga, dapat berapa tuh?"

"ahh rahasia deh"

"Ev kemarin pulang sekolah yang nganter pacar kamu?"

"iya, kakak kelas kita?"

"widih pacar baru?"

"ahahh iya dong"

Aku mengobrol panjang dengan Eva selama jam kosong ini. Dia Cantik tapi dia tak banyak bergaul dikelas dia lebih suka duduk dan menyendiri, tapi aku tahu dia bukana penyendiri tapi karena dia punya dunia teman sendiri yang memiliki hobi dengannya. Dia mengikuti kegiatan Extrakurikuler Peceinta Alam. dia orang yang santai karena hampir tiap hari Eva selalu terlambat sekolah, semua sudah hafal akan itu.

Bulan demi Bulan prestasi ditorehkan olehku aku menduduki perinkat 1 dikelas. Aku menjadi siswa yang cukup pintar. Aku belajar materi pelajaran untuuk melupakan segala perasaan apapun namun daya hari melupalakan tak kunjung datang.

"Eva bonceng"

"ok, ayo"

"kamu gak dianterin pacarmu lagi?"

"enggak, udah putus lama aku"

"ahahh, siapa yang mutusin?"

"aku lah, masa cowok?"

"kok putus sih?"

"udah gak cocok lagi?"

Aku akan membonceng Eva jika aku bertemu di halte sedang menunggu bis. Sering aku memboncengnya dan banyak ngobrol.

Bulan berlalu ramai diluar kelas. jam pelajaran sudah harus diisi guru namun belum kunjung berada. Aku sedang ngobrrol dengan beberapa teman membahas perlengkapan apa yang akan dibawa ketika praktek memasak.

"Eva, dipanggil tuh?" Teriak Angga

"Siapa yang manggil?"

"udah keluar aja?"

Di luar kelas sudah ramai, dan Eva menuju keluar kelas. keadan yang ramai membuat yang berada di dalam kelas ikut keluar. Melihat kejadia apa yang diluar. Aku pun antusias ikut keluar. Aku melihat adegan demi adegan.

Eva keluar dan menemui seseorang yang memanggilnya. Keadaan menjadi makin ramai kala semua siswa ingin melihatnya. Aku melihat Sosok Yusuf membawa bunga, semua pasti sudah menduganya pa yang terjadi.

Eva berdiri di depan pintu kelas dan kemudia yusuf merendahkan badannya untuk berlututu dan menengadahkan sebatangbunga mawar merah. Eva berdiri dan melihat keadaan sekitar. Keromantisan yusuf benar benar memabokan siapapun, jika dia cinta dia akan mengejarnya dan membukutikannya, dia benar benar pria romantis

"Eva ini permintaan yusuf, maukah eva menjadi pacar Yusuf, will you be my girlfriend?" Pinta Yusuf

" Yes, i Will" jawab Eva, dia menerima bunga tersebut dan menciumnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 01, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Cinta Masa SMATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang