Disclaimer: Naruto dan seluruh cast nya milik Masashi Kishimoto. Tulisan ini dibuat hanya untuk menghibur dan merupakan ungkapan seorang fans saja. Kesamaan dalam bentuk apapun yang ada dalam cerita ini hanya kebetulan semata
Naruto terbangun dengan kepalanya yang masih bersandar di dada Sasuke. Kemarin itu benar-benar gila, Sasuke mencium Naruto didepan khalayak ramai. Naruto jadi senyum-senyum sendiri mengingat kejadian kemarin.
Pria berambut kuning itu menatap wajah tidur sang seme dengan mata birunya. Sasuke benar-benar tampan, Naruto tidak menyangka jika ia bisa memiliki pria tampan itu untuk dirinya sendiri. Beribu syukur ia ucapkan untuk ramalan tetua klan Uchiha dan Namikaze yang mengharuskan mereka menikah.
Tangan Sasuke memeluk tubuh Naruto semakin erat, membuat Naruto menggeliat pasrah dalam dekapan sang suami.
Sasuke mengerjapkan matanya, ia melihat Naruto sudah terbangun namun masih memeluk pinggangnya.
"Kau sudah bangun Naru? Kenapa tidak membangunkan ku?" Tanya Sasuke. Naruto duduk dan melepaskan pelukan Sasuke.
"Kau kelihatan lelah sekali, lagian ini kan hari libur" Jawab Naruto sambil tersenyum manis.
"Hn"
"Apa pertandingan kemarin melelahkan?" Tanya Naruto sambil nyengir.
"Lumayan. Tim dari sekolahmu boleh juga. Tapi yang semalam lebih melelahkan" Jawab Sasuke santai. Naruto jadi memerah, dia malu.
Sasuke turun dari ranjang menuju kamar mandi, sementara Naruto merapikan kasur mereka yang berantakan karena kegiatan tadi malam. Maklum saja... pengantin baru.
Naruto melihat Sasuke keluar dari kamar mandi dengan hanya dililit handuk di bagian bawah. Seksi sekali, batin Naruto bergejolak.
Sasuke yang melihat wajah melongo sang istri langsung menyeringai, ia bisa melihat cara berdiri Naruto yang masih aneh (ya pasti karena semalam 'ah uh ah uh'), hal itu membuat Sasuke mengurungkan niatnya untuk menyerang Naruto. Seme yang baik.
"Jangan melihatku seperti itu, Naru-dobe, kau tidak ingin aku 'makan' sekarang, kan?" Tanya Sasuke sambil melirik kearah Naruto.
Naruto pura-pura tidak lihat. Dia mengalihkan matanya ke sisi lain ruangan. "A-aku tidak melihatmu, kok"
Sasuke tertawa kecil, dia gemas melihat tingkah imut Naruto, seandainya ia adalah seme tega dan tak berperasaan, Naruto pasti sudah berbaring di ranjang tanpa sehelai benang pun.
Sasuke berpakaian rapih lengkap dengan jas dan dasi, membuat Naruto jadi penasaran kemana Sasuke akan pergi.
"Suke, kau mau kemana?" Tanya Naruto.
"Ke kantor ayah"
"Hah? Untuk apa?" Tanya Naruto lagi.
Sasuke geleng-geleng kepala. "Untuk belajar melakukan pekerjaan kantor, tentu saja. Kita tidak akan selamanya bergantung pada keluarga, kan? Aku harus bisa mencari uang untukku dan untukmu"
Naruto tersenyum bahagia. Dia bersyukur mendapatkan Sasuke sebagai suaminya walaupun harus menikah di usia yang sangat muda.
"Aku ikut ya~" Naruto mendekat kearah Sasuke, ia berjalan susah payah.
"Jalanmu saja masih belum benar. Lagi pula kau akan belanja untuk makan malam nanti, kan?" Sasuke memeluk tubuh Naruto. Suasana pengantin baru masih melekat pada mereka berdua, benar-benar sulit dipisahkan.
Naruto menepuk jidat nya kuat. "Oh iya.... aku lupa, nanti malam ayah dan ibu akan datang"
"Kau akan masak atau membeli makanan restoran?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Marriage (Re-upload)
FanfictionMenikah di usia muda bukan hal mudah inilah yang dialami pasangan muda Sasunaru. Cerita ringan. Konflik sederhana yang malah membuat kalian gemas dan tertawa. No angst. Kalau kalian penggemar ff sedih, baca ceritaku yang lain. ini bukan lapaknya. Sa...
