Hari ini aku langsung post part 3 dan 4 lohhh!!!! Selamat membaca wankawan. Love you all
Disclaimer: Naruto dan seluruh cast nya milik Masashi Kishimoto. Tulisan ini dibuat hanya untuk menghibur dan merupakan ungkapan seorang fans saja. Kesamaan dalam bentuk apapun yang ada dalam cerita ini hanya kebetulan semata.
"Ahhh.... Shhh... enngh...Sukeehh" Racau Naruto saat merasakan penis Sasuke memacu liang senggama nya.
Sasuke tak terlalu mendengar suara Naruto, dia masih sibuk pada penisnya yang serasa dipijat jepitan lubang Naruto yang hangat.
Sasuke mengecup, menjilat, dan menghisap dada Naruto, ia meninggalkan tanda kemerahan disana. Tanda yang menunjukkan kepemilikan Sasuke atas Naruto. Tubuh Naruto menggelepar-gelepar bagai ikan yang kehabisan oksigen. Tubuh terlentang Naruto penuh dengan keringat dan liur, tak kurang dengan sperma nya sendiri yang menempel di perutnya.
Dengan bersemangat Sasuke terus memajukan dan mundurkan pinggangnya. Penisnya masih menancap sempurna didalam lubang anus Naruto.
"Ssshhh.... Sempit sekali, Naruu" Desahan Sasuke terdengar. Hormon remaja Sasuke membuat pria itu tak pernah merasa cukup untuk melakukan 'itu' dengan istri alias suaminya.
"Ja-jangan keluar didalam Sukeehh, jangan sampaiiiii.... shhh" Naruto mau marah tapi napasnya terlalu tersendat... tak kuat untuk berteriak. Sasuke hanya melirik sekilas pada Naruto. Ia melepas penisnya dari lubang anus Naruto. Sasuke mengalah untuk mengikuti keinginan Naruto, dia tidak mau Naruto marah dan ngambek.
Jadilah Sasuke harus mengeluarkan sperma nya ditempat lain. Naruto memandang Sasuke yang kelihatan sedih. Ia menatap mata sang seme sambil menarik tubuh Sasuke mendekat, dengan tangannya ia membantu 'Sasuke junior' untuk menuntaskan permainan mereka.
...........................................
"Kau marah padaku?" Tanya Naruto sambil memeluk Sasuke yang berbaring di sebelahnya.
"Tidak" Jawab Sasuke singkat.
"Kau bilang 'tidak', tapi matamu berkata 'iya' dengan jelas" Kata Naruto lagi.
Sasuke melihat ke arah sang uke yang sangat manis itu. Sasuke tidak marah, dia hanya kecewa. Sasuke tau kalau Naruto belum siap untuk kedatangan seorang bayi seandainya dia jadi hamil, tapi Sasuke ingin. Sasuke ingin ada seorang bayi yang meramaikan rumah tangga mereka.
"Aku tidak marah, hanya sedikit kecewa" Ujar Sasuke jujur.
Naruto memeluk Sasuke semakin erat. Ia meletakkan kepalanya di dada bidang Sasuke. Naruto sesekali memandang Sasuke dengan penuh cinta. Naruto ingin Sasuke tau kalau ia mencintai pria itu dengan amat sangat. Belum siap untuk hamil, bukan berarti tidak mau.
"Baiklah.... aku janji, setelah lulus kita akan segera punya bayi, seandainya aku memang bisa........ "Kata Naruto menggantung.
Naruto sebenarnya masih ragu kalau ia bisa mengandung. Siapa yang tidak kaget jika tiba-tiba dikatakan mempunyai kemampuan mengandung, apalagi dia laki-laki.
"Kapanpun kau siap, Naru-dobe" Sasuke mengecup puncak kepala Naruto. Dia sadar kalau sudah bertindak terlalu egois pada Naruto, Sasuke tidak ingin lagi memaksakan kehendaknya pada Naruto.
Naruto tersenyum, dia menyamankan tidurnya didalam pelukan Sasuke. Tidak akan ada tidur yang lebih nyaman daripada tidur disebelah orang yang kau cintai.
.
.
.
Naruto jadi dag dig dug sendiri saat membayangkan reaksi Kiba dan Chouji di sekolah nanti. Kiba adalah homophobic, entah apa yang akan dilakukannya pada Naruto nanti. Minggu lalu Sasuke sudah mencium Naruto didepan umum dan seisi sekolah pasti akan menatap aneh Naruto hari ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Marriage (Re-upload)
FanfictionMenikah di usia muda bukan hal mudah inilah yang dialami pasangan muda Sasunaru. Cerita ringan. Konflik sederhana yang malah membuat kalian gemas dan tertawa. No angst. Kalau kalian penggemar ff sedih, baca ceritaku yang lain. ini bukan lapaknya. Sa...
