Gerogi

617 63 21
                                    

Jan: Jangan gr dong, gue cuma mau ambil bolpoin di belakang Lo, bolpoin yang Lo pake udah mau habis tuh
Rara: emm, makasih udah diambilin
Jan: yoi
Rara: ini suratnya, besok orang tua Lo langsung menghadap ke Pak Agus ya
Jan: oke

Mereka pun menuju ke kelas, kebetulan mereka berdua 1 kelas
Ketika di perjalanan
Rara: Jan, kenapa sih, Lo selalu berhadapan dengan BK?
Jan: emang guru BK nya ngefans sama gue
Rara: yang bener dong
Jan: akan ada saatnya gue cerita ini semua ke lo, jujur, gue gak pernah cerita masalah pribadi gue ke orang lain, mungkin Lo bakal jadi yang pertama
Rara: yang pertama? Apanya?
Jan: yang pertama di hati gue
Rara: apaan si
Jan: dan gue mau jujur juga, kalo Lo orang yang pertama nanya ke gue mengapa gue selalu berhadapan dengan BK, itu tandanya diantara beribu orang yang gue kenal, Lo yang paling peduli sama gue
Rara: ya kan gue temen Lo, sebagai teman, kita harus selalu support dan selalu ada dalam keadaan suka maupun duka
Jan: tapi suatu saat nanti, kita bukan hanya temen, tapi lebih dari temen
Rara: hah? Lebih dari temen?
Jan: iya, pacar misalnya
Rara: halu deh

Mereka asyik berbincang hingga tanpa mereka sadari langkah kaki mereka telah mendarat di dalam kelas
Putri : widddiiihh, new couple nih, Ra, perasaan Lo tadi muram deh, kenapa jadi sumringah gini
Rara: ngarang deh put
Putri: malu malu kucing niihh
Rara: ih apaan sih
Rara tersipu malu hingga membuatnya menjadi salah tingkah
Jan: udah put, kasihan tuh, pipinya merah si Rara nya
Rara: ih ngaco, udah ah duduk, pelajaran mau mulai

Selama pelajaran berlangsung, bola mata Jan tak berhenti memandang Rara, seperti di diri Rara terdapat magnet yang dapat menarik perhatian Jan.
Rara tak mengerti jika dari tadi Jan memandangnya, karena Rara sedang serius mengerjakan tugas dengan selembar kertas di meja dan sebuah bolpoin yang melekat di tangannya, konsentrasi Rara terpecah ketika Bu Fira, guru biologi Yang sedang mengajar nya menegur Jan yang sedang melamun.
Bu Fira: Jan? Jan?
Jan: eh iya bu
Jan seketika terkejut dan beranjak dari lamunannya.
Bu Fira: kalo ada tugas itu dikerjakan, bukannya melamun, lagian dengan melamun itu gak bisa nyelesaikan tugas kamu itu
Jan: maaf Bu
Bu Fira: lagian kamu itu ngelihat apa sih kok bisa melamun gitu
Jan: Bu, di kelas ini ada pelangi ya?
Bu Fira: kamu itu kesurupan atau gimana, mana ada di dalam ruangan ada pelangi, iya kalau di ruang kelas anak tk banyak pelangi di tembok, kalo disini ya nggak ada Jan
Jan: ada kok Bu, tapi pelangi ini beda, pelangi kan pembiasan antara cahaya matahari dengan air, tapi tidak dengan pelangi yang ini, pelangi ini pembiasan antara senyuman manis dan ketulusan hati
Jan mengatakan hal itu sembari melirik Rara yang sedang memandang dirinya
Putri: widih, Ra, di kode tuh
Teman lain: Rara mah gak peka orangnya, ga usah di kode, langsung tembak aja
Mendengar kalimat itu, satu kelas pun tertawa sambil menggoda Rara
Rara: apaan sih kalian
Putri: cieee Rara cieee
Rara: aduhhh, kenapa gue deg deg an sih
Ujarnya dalam hati

Tak terasa, 3 jam pelajaran telah berlalu, kini saatnya istirahat, seluruh siswa lari berhamburan menuju kantin, mereka memburu makanan dan camilan serta minuman favorit masing masing, tapi berbeda dengan Rara, saat tiba waktu istirahat ia langsung bergegas menuju ruang osis untuk menyiapkan berkas kegiatan akhir semester.
Rara: ini berkas yang bakal diajukan ke kepala sekolah, gue harus minta tanda tangan kak Randa dulu nih, mungkin dia di kelasnya

Rara beranjak dari ruang osis menuju kelas Randa yang berada di lantai 3, tetapi ketika di perjalanan, ia bertemu dengan Rani, Ika, dan sarah. Mereka adalah teman Randa, kakak kelas Rara, memang mereka sangat terkenal di sekolah, banyak yang bilang mereka adalah primadona sekolah, adik kelas sangat takut dengan mereka, karena mereka sangat hobi membully.
Rani: eh Dora
Rara: Rara kak
Sarah: ohhh namanya udah ganti beb, hahaha
Ika: meskipun nama udah ganti, tetep aja kelihatan kampungan, ya gak?
Sarah: bener bener
Rara: tapi nama aku emang Rara kak
Rani: jangan nyolot Lo Ama gue
Rara: enggak kak
Rani: eh Dora, Lo jangan dekat dekat ya sama Jan, karena, Jan itu punya gue, Lo gak berhak buat dapetin Jan, karena yang paling pantes buat Jan itu gue, siapa beb?
Sarah & Ika: My Queen Rani
Rani: jadi, Lo gak usah Deket Deket lagi sama Jan

Tiba tiba.. .....

S4F1T121🐾🐾


BETWEEN FRIENDS AND LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang