"SENJA KELAM"

30 2 0
                                    

Bagaikan matahari terbit, tampak malu-malu memancarkan sianarnya.
Kala itu bertemu dengan mu kupercaya ada takdir ku.
Sekuntum bunga pun pernah ku rasa harumnya dan ku pandangi indahnya.
Hanya saja kita terlena hingga waktu mencapai batasannya.
Masih berharap pada rasa yang sama.
Walau ku tahu ia telah berubah menjadi senja, yang lama-lama tenggelam dan berubah menjadi legam.
Hilang hingga petang. Lalu tak kunjung datang.
Apakah aku yang kini kau buang?
Wahai senja kelam tak adakah ungkapan ataupun jawaban untuk ku yang masih berdiri menunggu?

Kupikir secuplik harapan masih ada jika aku tetap diam membisu menunggu mu

Lara yang berkelanaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang