#Epilog

3.4K 97 14
                                    


Lima tahun kemudian..

"Huaaaa.."

terdengar suara khas budak kecil menangis memulai pagi ini.

"Ada apa Hima? Kanapa kamu menangis lagi hemm..?"tanya sosok pemuda yang kini berumur 28 tahun

Bo-boru-nii menjahili Hima lagi Tou-san, di-dia mengambil boneka panda Hima lalu menyembunyikan entah di mana?"jelas Himawari putri kedua dari pasangan NaruHina

"Boruto kembalikan boneka panda milik adikmu"ucap Naruto tetapi tidak dihiraukan olehnya

"Bo-ru-to-kun.."

Kali ini suara yang berasal dari dapur terdengar, membuatkan putra sulungnya sedikit menoleh kebelakang dan mendapati Kaa-san nya sedang tersenyum manis yang lebih tepatnya menyerigai seperti rubah menjumpai mangsanya.

"A-ampun Kaa-san, Boru hanya bercanda hihi"jelas Boru yang mulai berkeringat dingin memandang senyuman mengerikan kaa-san nya

"Kembalikan boneka panda omoutomu, atau wang jajanmu kaa-san sita sebulan"ancam Hinata pada putranya

Lalu Boruto segera mengambil boneka panda yang dia sembunyikan di dalam lemari dan memberikan kepada adiknya yang masih menangis.

"Hiks.. Hiks..pandaku~"

"Haik-haik ini aku kembalikan, jangan menangis lagi ya.. Boru-nii cuma bercanda aja"

"Ta-tapi bercanda Boru-nii berlebihan"

Lalu mereka pun berpelukan, tanpa sedar adegan mereka diperhatikan sejak tadi oleh orang tua mereka.

"Entah kenapa aku merasakan dejavu di sini"ucap Hinata yamg sedari tadi memerhatikan adegan kedua anaknya

"Hmm.. Aku juga merasakannya Hinata, jadi teringat masa lalu ya. Setahu ku, kamarin aku baru saja menggendong Boru sama Hima. Tapi sekarang lihatlah mereka sudah pandai berjalan bahkan bercanda"ucap Naruto sambil memeluk erat pinggang ramping isterinya dari belakang

Flashback on

Setelah NaruHina lulus dari kuliah, Naruto terus menemui keluarga Hinata untuk meminta restu dari mereka dan langsung disetujui oleh orang tua Hinata. Perkawinan mereka dilangsungkan di gereja Konoha, seminggu sebelum perkawinan mereka dilangsungkan. NaruHina tampak sibuk menyiapkan tema perkawinan mereka, sempat juga berlaku penterkaran kecil antara mereka berdua disebabkan masalah sepele. Seperti masalah tema, pakaian, dan lain-lain menyebabkan Hiashi Hikari dan Hanabi hanya mampu menggeleng kepala.

Tapi semua masalah langsung sirna, karena di selesaikan dengan baik-baik oleh kedua pihak. Tepat pada musim bunga dimana bunga sakura bermekaran, perkawinan NaruHina dimulai. Ramai tetamu undangan datang antaranya para teman sejak kecil, para guru-guru dan para kerabat Hiashi tidak lupa juga sahabat Hinata. Iaitu Ino dan Sakura, Ino datang bersama tunangan dia iaitu Sai pemuda berkulit pucat yamg selalu tersenyum palsu itu menurut SakuHina. Bila di soal tentang senyuman palsu itu, Ino langsung menjawab

"bagiku itu senyuman termanis untuk ku seorang"jawab Ino dengan alay nya. Dan disambut dengan muntah barengan SakuHina?

Terlihat Naruto berpakaian yukata bewarna hitam berdiri dengan gagah di atas altar, ditemani seorang pendeta iaitu Kakashi sendiri. Naruto nampak sedikit gugup dan berkali-kali melirik ke arah pintu yang tidak jauh dari tempatnya berdiri, tidak berselang lama kemudian. Pintu tersebut langsung dibuka, lalu keluarlah sang pengantin wanita dan sosok yang tidak lain Hiashi. Sang pengantin wanita berjalan dengan anggun sambil menundukkan kepalanya.  berpakaian kimono putih bersih, rambut indegonya digulung anggun untuk menampakkan leher putih miliknya. Di sebelah kiri rambutnya terlihat bunga putih (Author tidak tau apa namanya) hadiah pemberian dari adiknya Hanabi dan, jangan lupakan rona merah menambahkan kecantikan alami milik Hyuuga Hinata yang sebentar lagi akan berubah menjadi Uzumaki Hinata.

Maafkan Aku Naruto-KunTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang