Hari senin
Aku dan dia berasal dari kampung yang sama, SD sama, SMP sama dan bahkan SMA sama. Wow. Bahkan Maria dan Christine yang satu SD dan SMP kita tak SMA disini.
Aku senang mendapat kesempatan lebih dekat dengan mu. Walau tak sekelas, tapi kita tetap di lingkungan yang sama dan menghirup di tempat yang sama.
Saat istirahat dia datang ke kelas ku, dia bilang menanyakan alamat tempat tinggal, lalu dia minta nomor ku dan bertanya kenapa aku tak bisa dihubungi saat libur. Kubilang aku sakit. Dia tampak panik. Aku terharu, karena dia bisa panik karena aku. Aku terkena DBD begitu yang kubisikkan di telinganya.
Ku bilang sekarang aku baik-baik saja. Setelah itu dia pergi.
Saat itu teman-temanku yang lain bertanya siapa dia. Dia Rangga kelas 1-4 kataku. Pacar ya?. Enggak jawabku kita cuma sahabat dan satu kampung kataku. Aku sedih karena hanya sebatas itulah aku dihadapanmu.
Sebangku ku meminta nomor mu padaku. Aku memberinya. Sial
KAMU SEDANG MEMBACA
Aku dan Dia
Teen Fictionshort story tentang gadis remaja biasa yang mulanya benci teman laki laki sekelas nya berubah jadi cinta
