"Vino ayo makan malam bangunin juga Grabielnya" Teriak Keyla dari dapur.
"Iya ma bentar" Jawab Vino
"Ayo mau makan gak?" Tanya Vino pada Grabiel yang masih bermain hp.
"Duluan" ketus Grabiel
Entah gadis itu kadang bisa berubah ubah sifatnya kadang ceria kadang kalau dingin dinginnya dingin banget.
"Maksud lo?" Tanya Vino kebingungan
Grabiel lalu menatap Vino dan menghela napas
"Lo duluan aja gue mau mandi dulu" Ucap Grabiel kesal.
"Udah mending ditolongin kemarin" Sinis Vino lalu berlalu dari kamar
"Cih ga ikhlas, mending gitu gausah nolong ogeb." Gerutu Grabiel dalam hati. Lalu ia bergegas untuk ke kamar mandi untuk menyegarkan badanya.
"Vin Grabiel mana kok ga kesini?" Tanya Keyla lembut kepada Vino karena Grabiel tidak ikut ke meja makan.
"Katanya mau mandi dulu ma" Ucap Vino lalu duduk di samping Mamanya.
Setelah selesai Grabiel lalu hanya menyisir rambutnya ia biarkan tergerai indah di bahunya.
"Malam Grabiel makan dulu biar perut kamu ga kosong lagi" Ucap Keyla dengan lembut
"Emm iya tante maaf jadi ngrepotin" Grabiel hanya tersenyum kikuk.
"Enak ya jadi Vino punya Mama yang perhatian ga kaya gue haha" Grabiel tersenyum miris melihat keharmonisan keluarga Vino.
"Ayo nak dimakan gausah sungkan" Suruh Tomi -Ayah Vino
"Iya om" Grabiel lalu duduk di berhadapan dengan Vino.
Setelah selesai makan Grabiel berniat untuk membantu Keyla untuk membersihkan piring piring kotor tersebut namun suara seseorang menghentikan niatannya.
"Ayo pulang ngrepotin aja" Sindir Vino
"Hushh...Kamu tu ya Mama ga pernah ajarin kamu kayak gitu." Tegur keyla pada Vino.
"Yaudah tan Grabiel pulang dulu ya maaf ngrepotin" Grabiel lalu mencium punggung tangan Keyla. Sedangkan Tomi? Setelah makan malam ia harus ke ruang kerjanya lagi untuk mengerjakan pekerjaannya.
"Oh yaudah maafin Vino ya. Dan kamu Vino anterin Grabiel pulang gadis keluar jam segini ga baik." Ucap Keyla kepada Vino
Vino lalu berpamitan kepada Keyla dan berlalu terlebih dahulu.
Selama perjalanan mereka hanya diam tidak ada topik pembicaraan yang menghiasi mereka ditengah tengah dinginnya angin malam yang memembus tulang mereka, sampai akhirnya Grabiel mengangkat bicara.
"Lo beruntung"
"Beruntung?" Walau Grabiel tak bisa manangkap dengan jelas wajah bingung Vino ditengah gelapnya langit tapi ia tahu kalau Vino tidak mengerti maksud omongannya.
"Punya orang tua yg sayang lo" Ucap Grabiel sedih. Vino melihat dari kaca spion nya bahwa gadis di belakangnya ini sedang tidak baik baik.
"Orang tua lo ga sayang lo apa?"
"Ga" Ucap Grabiel dingin
Setelah melihat perubahan wajah Grabiel Vino lalu mengalihkan pembicaraannya.
"Ini belok apa lurus?" Tanya Vino yang masih menggunakan helm ful face.
"Belok nanti rumah putih berhenti"
Vino geleng geleng kepala ia sungguh bingung dengan sikap gadis itu. Waktu lalu kejadian di sekolah itu gadis tersebut sangat cerewet ketika ia menyalahkannya sekarang dingin sedingin kutub utara.
Setelah sampai Grabiel turun.
"Thanks" Ucap Grabiel tanpa menoleh lalu berlalu meninggalkan Vino yang cengo.
"Gitu doang?tau gitu gausah dianterin" Ucap Vino lalu menancapkan kembali gasnya dan pulang kerumahnya.
"Eh non kok baru pulang jam segini. Non kemana aja daritadi kok ditelpon hpnya gak aktif trus tadi den devan juga sempet telpon bibi katanya hpnya non juga ga bisa dihubungi" Ucap Bi Inah sangat khawatir.
Grabiel tersenyum melihat Bi Inah yang sangat khawatir padanya dan "aduh gue lupa ngabarin bang devan lagi" Grabiel menepuk jidatnya dan segera pergi ke kamar.
"Maaf ya bi tadi Grabiel kerumah temen dulu"
Ia lalu duduk di rangjangnya dan membuka aplikasi Line nya betapa terkejutnya 1345 pesan, 26 panggilan tak terjawab. Lalu dengan cepat Grabiel segera mencari kontak abangnya dan menelponnya.
"Hallo dek"
"Hallo bang"
"Kamu kemana aja sih abang khawatir tau. Udah telpon ga di angkat hp gak aktif. Seharian ga pulang. Tapi kata bibi kamu tadi siang pamitnya ke pemakaman mau ziarah ke makan davin" Cerocos Devan cemas
"Hm"
"What?! Dan lo cuma 'hm' dikala abangmu ini omong panjang lebar"
Udah ngomongnya?
"Udah" Jawab polos Devan
"Gini ya abangku ganteng gue ga kenapa kenapa kok. Gue tadi sempet main ke rumahnya temen. Trus pas mau ngabarin hpnya malah lowbat yaudah deh."
Ucap Grabiel panjang lebar tapi ia tidak mengucapkan kalau ia pingsan tadi bisa bisa berabe nanti.
"Oh yaudah deh. Aman jadinya yaudah abang ada tugas besok abang telfon lagi okay?"
"Siap pak bos. Semangat ye"
Lalu Grabiel mematikan teleponnya dan bergegas untuk tidur karena hari semakin larut. Grabiel kemudian merebahkan diri dan menarik selimutnya ke tubuhnya lalu terlelap ke alam mimpinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Ice Girls
RomanceAlvino Carel Madison. Ya cowok cool yang banyak di sukai kaum hawa. Ia termasuk orang yang suka omongnya pedas dan tajam. Postur tubuh yang tinggi dan mata yang tajam membuat ia semakin tampan. Ia termasuk most wanted di sekolahnya, mulut yang pedas...