1

624 119 8
                                    

Dihadapan Wendy berhenti sebuah mobil Honda Jazz dan menampakkan sosok gadis yang terburu-buru menghampiri dirinya.

"Lo ngapain lagi ke sini? Nggak cukup apa buat gue sama orangtua lo khawatir akan kondisi lo saat ini?" teriak gadis itu kepada Wendy.

"Ma.. Maaf. Gue minta maaf, Seul" isak Wendy.

"Apa lo nggak sayang lagi sama orangtua lo? Lupakan Chanyeol! Lo punya masa depan yang lebih indah dari hari ini! "

Tangis Wendy semakin menjadi setelah mendengar nama sosok yang membuatnya hilang akal seperti saat ini. Tak tahan melihat sahabatnya menderita, Seulgi memeluk erat tubuh Wendy.

"Wen, gue yakin kalo lo bisa dapat pengganti Chanyeol. Yang lebih baik, lebih penyayang dan lebih cinta sama lo"

Seulgi melepas pelukannya dan menghapus airmata di wajah cantik sahabatnya itu. Tak sengaja, mata gadis manis itu menangkap sesuatu yang asing, yang dikenakan oleh Wendy.

"Jaket yang lo pakai itu milik siapa?"

Wendy menatap Seulgi bingung dan otak cerdasnya langsung mencerna pertanyaan Seulgi.

"Gue juga nggak tahu ini punya siapa. Tadi ada cowok yang beri gue jaket ini. Cowok itu nyuruh gue pulang. Dia kira gue pengen bunuh diri"

Seulgi tertawa mendengar cerita dari Wendy. Tipe seperti Wendy bunuh diri? Heol! Sama ketinggian aja takut, apalagi menjatuhkan diri dari jembatan ini. Benar-benar dah!

"Tapi jaketnya kayak nggak asing deh"

"Nggak asing?"

"Iya, kayak punya adik sepupu gue"

"Siapa?"

"Siapa lagi kalo si bocah tengil, Jeon Jungkook"

Seulgi memperhatikan dengan seksama benda yang kini masih melekat di tubuh Wendy sambil berpikir keras.

"Bastard? Kayak nggak asing juga namanya" kata Seulgi saat melihat tulisan di belakang jaket kulit tersebut.

"Pas! Ternyata memang benar, jaket ini sama kayak punya Jungkook. Jangan bilang kalo-"

"Kalo apa?"

"Jungkook yang beri jaket ini sama lo"

"Nggak. Aku kan kenal sama Jungkook, sedangkan yang beri jaket ini sedikit pendek dari Jungkook"

"Serius?"

"Iya, gue yakin"

"Lo tahu namanya pemilik jaket ini?"

"Namanya Yoongi, Min Yoongi"











                                  •••










"Rencana kita selanjutnya apa, bang? Dark udah kita musnahkan, giliran siapa kali ini?"

Yoongi mengisap selinting rokok yang kini berada di bibirnya. Matanya fokus tertuju pada kertas yang ada ditangannya. Lelaki berkulit pucat itu bangkit dan melemparkan kertas tersebut ke atas meja.

"Malam ini kita diajak duel oleh kelompok King"

"Taruhannya apa, bang?"

"Hwang Eunbi"

"Maksud lo?" tanya Jungkook.

"Lo liat aja nanti"

Yoongi pun pergi meninggalkan markas Bastard, menuju parkiran. Saat ingin menjalankan motornya, seseorang mencegah dirinya untuk pergi. Mata hitam milik Yoongi menatap tajam sosok yang ada di hadapannya sedangkan yang ditatap hanya tersenyum iblis.

"Gue mau nanya, lo sama siapa semalam pagi?"

"Maksud lo?"

"Jaket lo mana, bang?" tanya Jungkook.

"Bukan urusan lo, minggir!"

"Sejak kapan seorang Min Yoongi meninggalkan jaket-"

"Ketinggalan. Puas lo"

"Ketinggalan atau sama seseorang?"

"Maksud lo?"

"Gue tahu kalo jaket lo sama seseorang. Ya kan, bang?"

"Kalo iya, kenapa? Apa urusannya sama lo?"

Jungkook mendekati Yoongi sambil menepuk bahu sang bos.

"Bagaimana kalo kita anggap ini impas, bang?"

"Nggak usah basa-basi"

"Lo bantu gue dapatkan Hwang Eunbi dan gue bantu lo untuk kenalan sama cewek yang lo beri jaket kesayangan geng kita itu. Bagaimana?"











                                 •••










Setelah hampir dua minggu tidak menginjakkan kaki di kampus tercinta, akhirnya Wendy kembali dengan harapan bahwa akan ada hari yang baik untuknya. Tapi baru saja berdoa, muncul sosok yang tidak diharapkannya saat ini, yakni Park Chanyeol.

Lelaki yang telah mengoreskan luka yang begitu pedih bagi Wendy. Lelaki yang berani meninggalkannya di saat hari dimana mereka berdua akan mengucapkan janji sehidup semati. Ketika ditanya kenapa lelaki bertubuh tinggi itu melakukan itu semua, jawaban yang dilontarkannya adalah "Aku tidak pernah mencintaimu".

Dua minggu berlalu sejak insiden itu, kini mereka tak sengaja bertemu. Wendy memantapkan hatinya dan terus berjalan melewati Chanyeol yang masih betah menatapnya. Langkah Wendy terhenti saat mendengar bisikan dari Chanyeol.

"Maaf"






















~

WENGA🎎Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang