Egonya tinggi sekali, entah setinggi mana mau diletakkannya pun tiadaku mengerti. Dia anggap sikap diam si kecil
tanda takut padanya, tanpa dia sadari sudah dipupuknya rasa benci anak kecil itu sedini hari.
Aku takut melihat masa depan, melihat tumbuh kembang si kecil yang baik hati. Air matanya berlinang ketika menahan rasa takut dimarahi, lalu menangis terisak-isak menuruti hati yang tiada mengerti.
"Suatu hari nanti.. , jika nanti.., sampai nanti.., aku pasti.. "
Kata-kata itu mungkin mulai bermain-main dalam pikiran kecilnya,
Entah tumbuh dalam wujud apa di kemudian hari.
~Ku jaga kau dari jauh sayang, bersama doa-doa yang kupanjatkan tiap kali ku ingat kau~
KAMU SEDANG MEMBACA
Tarian Kata
PoesíaAda banyak hal di dalam kepalaku. Sebagian isinya tidak ingin kusimpan sendiri, maka aku berbagi.
