Tentang Dia perempuan penyuka SENJA
Perempuan yang mempunyai sejuta pesona dimata pria.
Sekolah nya yang baru, mempertemukan dia dengan seorang pria yang tampan. Namun sayang, sifatnya terlalu dingin untuk dicairkan.
Happy Reading💕
[Sebagian Part A...
Happy Reading readers💞 Semoga suka sama ceritanya yh Dan jangan lupa coment sama vote nya Karena coment sama vote kalian akan semakin buat aku bersemangat dalam menulis cerita ini lagi💞
Teng teng teng...
Bel pulang sekolah pun tiba. Semua murid langsung bergegas keluar ruangan kelas.
Sama halnya dengan Prilly, ia terlihat sedang membereskan bukunya. Dan berjalan menuju gerbang sekolah. Namun, rintik hujan kini mulai turun.
Prilly akhirnya memutuskan untuk meneduh dibawah halte bus, depan sekolahnya.
"Aduh... Pake hujan lagi. Dingin banget lagi, mana aku ngga bawa jaket."batin nya bergumam Sembari kedua tangannya ia gunakan untuk menggosok-gosokan ke kedua lengannya.
Hujan tak kunjung reda. Sementara, hari mulai sore. Prilly takut jika bunda nya khawatir memikirkannya.
Ia hanya bisa menunduk sembari menunggu hujan mulai reda.
Beberapa menit berlalu, ia merasakan ada benda yang melekat di tubuhnya dan itu membuatnya merasa hangat. Namun, siapa yang melakukannya? Lagipula sekolah sudah mulai sepi.
Dengan penasaran ia mendongakan kepalanya. Betapa terkejutnya ia melihat seorang pria tampan tetapi memiliki sifat yang amat sangat dingin.
"Loh, Kak Ali? Ngapain kaka ke sini? Kenapa belum pulang? Ini kan sudah mulai sore? Hujan pula."cerocos Prilly
Ali hanya diam menanggapinya. Ia malah langsung duduk disamping Prilly dan memainkan ponselnya.
"Kak?"
"Hm."hanya gumaman yang hanya keluar dari mulut Ali. Rasanya ia sangat enggan untuk berbicara.
"Kakak ngapain disini? Bukannya pulang, malah duduk disini."
"Kenapa? Masalah?"
"Ya... Ya engga, cumakan ini udah sore. Emang kaka ngga dicariin sama orang tua kaka?"
"Terus, apa bedanya sama lo?"
Jleb. Ucapan yang dilontarkan Ali menjadi kartu mati bagi Prilly. Ia merasa telah kemakan omongannya sendiri.
"Ya... Aku kan belum dijemput. Makanya aku nunggu disini."
"Ngode?"
Prilly mengernyitkan dahi nya. Bingung. Itu yang ia rasakan. Bingung akan ucapan Ali kepadanya.
"Maksudnya?"
"Lo ngode minta dianterin?"
Prilly membelakakan matanya kaget. Memang siapa yang minta dianterin? Pikirnya.
"Siapa yang ngode minta dianterin? Aku kan ngga bilang. Lagian aku mau nunggu jemput, bukan minta dianter sama kakak."
"Hmm yaudah kalo gitu gue balin dulu."
Setelah mengucapkan kata itu, Ali langsung beranjak pergi menjauhi Prilly. Dalam batinnya, Prilly merasa tak rela Ali meninggalkannya. Ia ingin Ali menemaninya disini sampai jemputan ia datang.
"Papa lama banget sih... Udah sore banget lagi."ucap Prilly sembari melihat jam tangannya.
"Apa aku telpon aja yah?"
Saat Prilly membuka ponselnya, ternyata ia melihat pesan dari papanya yang memberitahukan bahwa ia tidak bisa menjemput Prilly.
"Aduh... Papa ngga bisa jemput lagi. Trus nanti aku pulang naik apa? Udah sore lagi, mana ada angkutan umum lewat sore hari. Mana ini jalan sepi banget, kan aku jadi takut."
Tiba-tiba suara motor berhenti tepat didepan Prilly. Prilly terkejut melihat Ali yang kembali lagi menghampirinya.
Bukannya Kak Ali udah pulang? Pikirnya
"Lo mau ikut ngga?"
Aku hanya diam mencerna ucapan Kak Ali.
"Kak Ali kesambet apa'an, kok tumben?"
"Lo mau ikut, apa gue tinggalin?!"
Aku hanya diam. Dan mepertimbangkan tawaran Kak Ali.
"Heh! Lo tuli yh? Lo mau ikut ngga?!"
"Eh... Iya kak aku ikut kaka aja."
"Cepetan naik, gue ngga punya banyak waktu."perintah Ali
Prilly dengan cepat langsung menaiki motor Ali. Ia takut jika Ali akan berubah pikiran, dan meninggalkannya disini. Di tempat sepi ini. Ia takut.
"Rumah lo dimana?"tanya Ali
"Kakak lurus aja, trus nanti ada perempatan didepan. Kita ambil arah kanan."
Kini, sampai lah mereka berdua didepan rumah minimalis. Yang Ali yakini adalah rumah Prilly.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Prilly pun langsung turun. "Kak, makasih yah udah nganterin pulang sampai rumah. Maaf ngerepotin."
Ali hanya menganggukan kepalanya
"Oh iya, ini jaket kaka aku balikin. Makasih banyak yah kak."kata Prilly seraya melepaskan jaket yang sedari tadi ia pakai, dan ia langsung berikan kepada Ali.
"Lo simpan aja dulu."kata Ali yang membuat Prilly bingung.
"Gue pulang dulu, nanti nyokap nyariin. Lo masuk sana, ngga baik anak kecil sore-sore diluar."
Prilly hanya memanyunkan bibirnya seraya berkata"Aku bukan anak kecil tau. Aku udah SMA."
"Iya deh, terserah lo. Gue pulang dulu."
"Iya kak, sekali lagi makasih yah."
Ali menganggukan kepalnya, seraya memakai helm dan berlalu menjauhi rumah Prilly.
Saat dirasa Ali sudah tak terlihat. Prilly memutuskan masuk kedalam rumah, dan langsung menuju ke kamarnya. Rasanya semua badan Prilly sangatlah pegal.
Namun, bukannya tidur. Ia malah memikirkan perlakuan Ali hari ini. "Kak Ali kenapa jadi baik banget? Trus sifatnya juga udah mulai hangat."
"Ah udah lah ngga usah dipikirin. Mendingan sekarang aku tidur." Setelah mengucapkan kalimat tersebut. Prilly langsung terlelap tidur dengan nyenyak terbawa ke alam mimpi.
Hay guys... I'm back Karena UNBK udah selesai. Jadi aku next lagi. Semoga kalian suka yh...