Jisoo, gadis itu kini sedang duduk di bangku kelasnya dengan tatapan sendu. Bagaimana tidak? Ia baru saja putus dengan pacarnya yang bernama Hanbin. Padahal, mereka baru pacaran sekitar dua minggu. Sebabnya karena Hanbin kepergok sedang duduk berdua di bangku taman kota. Tentu saja hati Jisoo sakit.
"Hahaha! Sepertinya ada yang baru putus dengan pacar barunya, guys!" ucap salah satu teman Jisoo yang baru saja masuk kedalam kelasnya.
Jisoo menatap gadis tersebut malas plus kesal. Pasalnya, gadis itulah yang semalam duduk berdua dengan Hanbin. Panggil saja gadis itu Jennie, dan dua sahabatnya yaitu Rose dan Lisa yang terkekeh mendengar ucapan Jennie barusan. Tentu saja mereka menyindir Jisoo. Padahal, mereka dulu itu sahabat yang sangat dekat, bahkan kemana-mana selalu bersama. Namun, kini sudah tidak. Tentu saja karena Jisoo telah merebut pacar ketiga 'mantan sahabatnya' itu. Dan kini, Jisoo memilih untuk pergi ke kantin daripada harus debat dengan Jennia dan kawan-kawannya.
"Kau menyerah, nona?" ejek Lisa sambil tersenyum sinis saat Jisoo lewat di sampingnya. Jisoo hanya melirik Lisa sebentar dan kemudian langkahnya terhenti saat Rose mengucapkan sesuatu. "Dasar, pengecut!"
"Hmph... Saat ini aku sedang tidak ingin debat dengan kalian para jal*ng," jawab Jisoo membuat Rose mendorong pundak Jisoo dan membuatnya hampir jatuh kalau tidak ditangkap oleh seseorang yang sama sekali tidak ia kenal.
"Terima kasih," ucap Jisoo sambil membungkukkan badannya dan kemudian berlalu pergi meinggalkan kelasnya.
================================================================================
Tertanya ada murid baru di kelas Jisoo. Namun, yang membuatnya heboh adalah murib baru itu tak hanya satu, melainkan bersembilan. Dan juga, mereka semua itu adalah lelaki yang yah... tampan. Siang ini mereka bersembilan sedang makan di kantin dengan tenang. Namun, ketenangan mereka hilang saat mendengar pertengkaran yang atk lain dibuat oleh Jennie dan Jisoo, janagn lupakan Rose dan Lisa. Akibat dari pertengkaran itu adalah Jennie yang tak tahu sengaja ataupun tidak sengaja itu menumpahkan kuah baksonya ke paha Jisoo. Dan parahnya lagi kuah bakso itu masih terlalu panas. Mungkin paha Jisoo terluka juga karena ia meresa kesakitan.
"Panas anj*ng! Punya mata gak lo, hah?! Liat-liat dong!" teriak Jisoo sambil mendorong pundak Jennie. Jennie yang melihatnya hanya meringis melihat Jisoo yang kesakitan.
"Ya maaf. Gue gak sengaja, Jis. Dan kayaknya, lo patut nerima itu deh. Bisa dibilang karma karena lo udah ngerebut pacar gue," ujar Jennie sambil tersenyum sinis.
"Anj*ng lo, Jenn! Nih gantian!" sahut Jisoo sambil menyiramkan kuah baksonya ke paha Jennie. Jennie juga merasakan sakit di pahanya. Namun, sakit tu tidak sesakit apa yang Jisoo rasakan karena kuah bakso milik Jisoo sudah hangat.
"Akh! Lo yang anj*ng, Jis!" balas Jennie tak terima sambil menampar pipi Jisoo.
"Permisi, masalah ini lebih baik diselesaikan baik-baik," ucap seorang lelaki dari kesembilan murid baru tadi. Jennie hanya diam karena merasa malu akan sikapnya tadi. Berbeda dengan Jisoo, ia malah menatap sinis lelaki itu.
"Iya, aku sudah ingin menyelesaikannya dengan baik, tapi dia yang memancing emosiku sehingga aku menamparnya," elak Jennie sambil menatap sendu lelaki tersebut.
"Sandiwaramu sangat bagus, jal*ng!" sahut Jisoo ssembari emninggalkan mereka semua yang berkumpul.
Namun, kepergian Jisoo itu segera dicegah oleh slah satu lelaki di situ. Lelaki tersebut menarik tangan Jisoo membuat jarak diantara mereka sedikit. Dengan cepat, Jisoo melepas tangan lelaki itu dan mundur beberapa langkah. Matanya menatap tajam lelaki itu.
"Maaf, aku hanya ingin kau bermaafan dengan dia." ucap lelaki itu yang bername tag Jeon Jungkook. Jisoo diam dan kini menatap Jungkook datar, lalu tatapannya kini beralih pada Jennie yang matanya berkaca-kaca. Tentu saja itu sandiwaranya agar tidak disalahkan oleh kesembilan lelaki tampan itu.
"Tanganku ini suci. Jadi, aku tidak mau bersentuhan dengan gadis jal*ng itu." balas Jisoo sambil menatap Jennie dengan tatapan merendahkan.
"Baiklah, tidak apa-apa jika kau tidak mau minta maaf, tetap aku maafkan, kok, kesalahanmu itu." ujar Jennie dengan air matanya yang sudah mengalir.
"Jadi, maksudmu aku yang bersalah atas semua ini?! Cih, dasar jal*ng!" sahut Jisoo sambil meninggalkan mereka semuanya dengan tatapan sinis. "Ahh... Harus kalian tahu, hei lelaki brengs*k, gadis yang kalian bela itu sudah tidak perawan lagi dan dia juga sedang bersandiwara sekarang. Satu lagi, dia adalah 'King Bully' di sekolah ini," ucap Jisoo sembari membalikkan badannya menghadap para lelaki itu dan kemudian berlalu pergi.
"DIA BILANG KITA LELAI BRENGS*K??!! BELUM PERNAH NGACA DIA, YA??!!" teriak lelaki yang bernama Bobby itu.
TBC
CERITA INI HANYALAH FIKTIF BELAKA DAN MURNI DARI PIKIRAN AUTHOR. BILA ADA KESAMAAN ALUR CERITA, MOHON MAAF. TAPI, INI MURNI DARI PIKIRAN SAYA.
TERIMA KASIH.

YOU ARE READING
NINE LOVE -- JISOO x BOY
RomanceCAST : 1. JISOO 2. TAEHYUNG 3. JUNGKOOK 4. BOBBY 5. BAEKHYUN 6. JIMIN 7. YUNHYEONG 8. CHANYEOL 9. KYUNGSOO 10. DOYOUNG