Manusia Robot🤖;01

184 20 0
                                    

"Dasar gak punya hati." Dumel seorang gadis saat memasuki kelasnya.

"Zea, lo kenapa? Pagi-pagi udah ngedumel gak jelas." Ucap sahabat Zea.

"Lo tau-"

"Enggak." Belum juga Zea menyelesaikan ucapannya sudah dipotong oleh Nara. Zea hanya merotasikan matanya.

"Udah lanjut aja ceritanya." Ucap Nara.

"Manusia robot pagi-pagi udah ngajak ribut gw." Ucap Zea malas.

"Emangnya lo diapain ama tu robot?"

"Waktu gw lewat lapangan si robot ngelempar bola basket ke kepala gw, dengan alesan gak sengaja." Jelas Zea dengan nada keselnya.

"Hahahahhh, mungkin dia emang gak sengaja kali." Ucap Nara sambil nahan ketawa.

"Gak sengaja pala lo enam, liat nih jidat gw benjol njir." Ucap Zea sambil nunjuk jidatnya.

"Makin lebar dah tu jidat, hahahahahhh." Ucap Nara.

"Ngeselin banget tu robot." Ucap Zea kesal.

"Udah udah, gak usah dibahas mulu, ntar demen mampus lo." Ucap Nara diakhiri dengan kekehan.

"Amit-amit dah, demen ama tu manusia robot yang gak punya hati." Ucap Zea.

"Karma is real sayang, kita gak tau karma dateng kapan." Ucap Nara memperingati Zea.

"Bodo elah, gw mau tidur aja dah." Ucap Zea.

"Ehh," Ucap Nara sambil mukul pala Zea.

"Apaan sih njing?" Ucap Zea kesal.

"Katanya mau nyontek pr malah mau molor, kimia jam pertama lho." Ucap Nara mengingatkan.

"Ehh, iya, a-Auwww,astaga gw lupa, gegara manusia robot nih jadi lupa." Ucap Zea sambil menepuk jidatnya.

"Nih, buruan." Ucap Nara sambil memberikan bukunya.

"Makasih ya, Ntar gw traktir dah." Ucap Zea.

"Serius?." Tanya Nara memastikan. Zea hanya mengangguk.

Gak lama bel masuk berbunyi. Murid-murid yang tadi diluar kini masuk kekelas masing-masing. Saat Zea melihat manusia robot memasuki kelas ia berniat untuk meminta pertanggung jawaban atas perbuatanya. Namun tertunda karna guru sudah masuk.

Pelajaran pun dimulai. Semua murid yang ada dikelas mendengarkan penjelasan park ssaem. Berbeda dengan Zea yang dari tadi cuma megangin jidatnya yang entah kenapa tiba-tiba rasa sakitnya muncul. Dan untungnya Park ssaem menyadari ada yang aneh pada Zea.

"Zea." Tegur pak Park aka Park ssaem.

"Nee, ssaem?" Jawab Zea.

"Kamu kenapa? Dari tadi saya perhatiin megang jidat mulu." Tanya Park ssaem.

"Ciee, Park ssaem perhatian sama saya, sampe saya diperhatiin mulu." Ucap Zea cengengesan dan dihadiahi tatapan tajam oleh Park ssaem. Teman-teman yang melihat kejadian ini hanya menahan tawa.

"Hehehehh, enggak bercanda doang pak, jadi gini ssaem, jidat saya benjol gede nah nyeri banget, makanya dari tadi saya pegangin biar gak sakit." Jelas Zea sambil memperlihatkan jidat benjolnya yang tertutup poni kepada semua orang. Orang yang melihat benjolan Zea pun menahan tawanya. Untung saja Zea berponi jadi benjolnya gak terlalu keliatan.

"Astaga, kok gede banget sih?? Kamu habis ngapain kok bisa benjol kayak gitu?" Tanya Park ssaem.

"Tadi pagi di lempar bola ama si manusia robot, eh maksudnya Cha JunHo ssaem." Adu Zea pada Park ssaem sambil nunjuk manusia yang dimaksud. Manusia yang dimaksud cuma ngasih tatapan gak peduli.

Manusia Robot ; Cha Jun Ho [Hiatus]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang