#2

27 2 0
                                        

Setelah sarapan , Reno mengajak Rena ke rooftop rumah mereka untuk membicarakan kejadian kemarin . Tentang mantan Reno , Chika .
"Dek gue masih bingung . Kenapa gue diputusin ya sama Chika kan gue gak ada salah apapun ?" Tanya Reno sembari merapikan rambut nya yang berantakan karna angin .
"Aku mah gak tau kak .. tapi kalo udah gak suka sama kakak . Kenapa kemarin ngliatin kakak coba .."Rena tak habis pikir kenapa cewek yang mutusin kakaknya tapi kok kaya nggak rela jika kakaknya dekat dengan cewek lain .
Cewek mah baperan . Dia yang memisahkan tapi malah dia juga yang tersakiti .  Batin Rena .
"Udah lah kak . Cari lagi aja . Atau sama aku aja "ucap Rena meringis .
"Dih sama kebo kaya lo . Ogah mah gue . Mending sama mbok yem jualan lotek depan komplek ."jawab Reno sembari mencubit pipi adiknya ini dengan gemas .
"Dek lo kapan punya pacar ? "Tanya Reno ,yang kemudian membuat Rena membuang muka menghindari tatapan menyelidik dari Reno .
"Aku kan masih mau jadi adeknya kakak ."jawab Rena asal . Meski sebenarnya bukan itu yang ingin Rena katakan .
"Ya ampun ,, lucu banget adek kakak . Sini kakak peluk !"
"Dihh gak mau ."seraya memberi jarak pada duduknya .
Reno tertawa keras sesekali mengusap kepala Rena .
"Dek . Lo tuh bakalan tetep jadi adek gue .. adek Reno ."
Rena pun menatap kakaknya yang teramat ia sayangi mengingat kedua orang tuanya yang super sibuk .
"Rena sayang kakak .. kakak gak usah cari pacar lagi kalo dapetnya kaya Chika .. Rena gak rela ."seraya memeluk kakaknya .
"Iya .. "membalas pelukan Rena.
Meski Rena mulai beranjak dewasa tapi sifat kekanak-kanakan nya terhadap Reno tidak bisa dihilangkan . Sedangkan Reno dengan senang hati memanjakan adeknya karena tanpa Rena dia akan menjadi kesepian .
                            ***
Sekembalinya dari rooftop mereka pun kembali ke aktivitas masing-masing .Rena yang sudah janjian mau pergi dengan temannya pun bersiap-siap . Sedang Reno? Dia lebih senang bermesraan dengan PS kesayangaannya.
"Kak . Aku pergi dulu ya . Udah ditunggu ."pamit Rena .
"Iyee .. jangan lupa oleh-oleh nya ya dek ."ujar Reno tanpa mengalihkan pandangannya ke arah Rena .
Rena  yang melihat itupun berdecak sebal . Lalu dengan seringai nya ia memasang kuda-kuda dan ..
"Reeeenaaaaaaaa .....!!!"teriak Reno frustasi . Bagaimana tidak ,Reno yang sedang konsentrasi menghabiskan musuh didepannya pun harus kalah karena PSnya tiba-tiba mati karena kabelnya dilepas dari stop kontaknya . Rena pun tertawa keras sambil berlari menuju depan rumahnya . Ya karna dia sudah ditunggu .

The Sweet Marron Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang