Hari berganti hari rutinitas yang gue lakukan bisa gue handle dengan baik, pagi-pagi gue pergi kerumah bryan buat kerja, setelah itu langsung menuju tempat promosi, yang kebetulan gue di tempatin di salah satu mall yang lumayan deket dari rumah bryan, luamayan lah ga perlu naek kendaraan cukup jalan kaki saja.hari yang gue tunggu-tunggu akhirnya kesampean, gue berhasil closing 40 orang buat jadi penumpang trip ke maldives, ini semua diluar ekspetasi gue sebenernya, entahlah gue seneng banget dan bisa bayangin keterkejutan wajah si bos.
Dan Hari ini adalah pencairan bonus buat para marketing. Dan kami semua mannti dengan antusias dan saat ini gue dan rekan-rekan yang lain sedang menunggu bapak direktur dan bapak manajer pemasaran di ruang meeting. Bryan dan sorang lelaki paruh baya yang tak lain adalah pak Erlangga sang pemilik perusahaan mulai memasuki ruang meeting. Dengan tertib akhirnya meetingpun dimulai.
“baiklah saya sudah melihat hasil dari penarikan jumlah calon penumpang untung trip ke maldives ini.” ucap pak Erlangga.
Matanya sesekali melihat laporan yang diserahkan bryan, mulutnya trersenyum puas.
"hasilnya sangat luar biasa” lanjutnya.
Semua karyawan akhirnya bernafas lega, termasuk gue. Bryan pun menghela nafas lega, sesekali tersenyum puas, tanpa gue sadari ekor mata gue menatap bryan yang sedang tersenyum ke arah gue sampai mengacungkan sedikit jempolnya. Gue tersenyum cerah.
“jadii..seperti perusahaan telah janjikan, bahwa apabila kalian mencapai target kami akan memberikan bonus sebagai imbalannya, juga akan kami berikan trip gratis ke maldives 2 minggu yang akan datang tepat setelah acara ulang tahun perusahaan” ungkap pak erlangga panjang lebar.
Semua karyawan pun bersorak ria
“tapii...ada 1 orang yang tidak bisa berangkat bersama kalian” riuh sorak karyawan tiba-tiba mereda. Termasuk gue yang tiba-tiba jadi degdegan sendiri.
“siapa pa?” tanya beni salah satu karyawan seperjuangan gue.
“dia adalah tiarawati” ucap pak Erlangga sambil menatap gue.
*Deg*Bagai disambar petir disiang bolong, gue terkejut lutut gue mendadak gemetara, No! Gue sudah menantikan lama buat ke maldives masa iya gagal. Muka gue pucat pasi, tapi beda dengan bryan yang nampak mengulum senyum.
“diikarenakan target tiarawati terlampau lebih dari yang diharuskan, maka perusaahaan memberikan bonus lebih yaitu kamu berangkat seminggu lagi, tapi ga bareng sama mereka, melainkan dengan bryan seminggu sebelum acara ulang tahun perusahaan, sekalian untuk mensurvei tempat untuk trip” ucap pak erlangga.
Muka gue yang awalnya pucat pasi berubah 180 derajat, senangnyaa. Tapi tunggu kenapa mesti sama pa bryan huh. Tapi its oke itu bukan masalah malah itu anugerah.

KAMU SEDANG MEMBACA
Maldives I'm Coming
Humortiarawati seorang gadis yang mempunyai mimpi berlibur ke maldives, namun dikarenakan keadaan yang tidak beruntung muka cakep kantong kering, dia harus rela banting tulang melakukan segala cara untuk mendapatkan uang untuk mewujudkan mimpinya, sekal...