Ceritanya dimulai sekarang, dan saat ini gue sedang berdiri sambil harap-harap cemas menunggu si tuan rumah membukan pintu kerajaannya.
*Cekrek*
Seorang laki-laki rupawan bak dewa yunani membukakan pintu, seketika gue gak bisa lagi mengintrol keterkejutan dan kebahagiaan melihat mahluk tuhan yang sempurna ini.“ada yang bisa saya bantu?”
Tanya si cowok kece sambil menatap gue dari atas sampai bawah, gue yang sedari tadi cengo buru-buru memfokuskan pikiran serta mata gue“oh, ya perkenalkan pa saya tiarawati, yang direkomendasiin pa jimi buat kerja disni”
dengan gugup gue berkata sambil memandangi wajah mahluk tampan di depan.Laki-laki itu tampak mengerutkan keningnya, kemudian berdehem.
“ehmm, okke lo yang akan jadi asisten rumah tangga itu ?” tanyanya dengan tampang berubah songong, seketika pandangan gue sama cowo ganteng yang satu ini berubah drastis gue bisa simpulin dia adalah tipikal cowok tajir yang semena-mena.
“i-iya pa, ”
jawab gue gugup, si cowo cakep nan songong itu memperhatikan gue, dan kali ini bukan-bukan perhatian tapi lebih pada menyelidik.“okke, gue gak perlu bnyak basa-basi dengan lo ya,nama gue brian erlangga, cukup panggil gue bos rangga awas jangan panggil gue bapak!” ungkapnya tegas, gue mengangguk tanda paham.
Tanpa kata dia melenggang masuk ke dalam rumah, dan mau tidak mau dengan langkah lunglai gue memasuki rumah mewah bak kerjaan.
“jimi udah jelasin kan semuanya sama lo, lo taukan lo disini kerja jadi ART, tapi gue juga ada penawaran bagus buat lo” ungkapnya sambil membantingkan tubuhnya ke sofa mewah ruang tamu.
gue yang lihat Cuma bisa cengo. Gue mulai sadar ketika bryan mempersilahkan gue duduk.
“loe tau Erlangga Tour And Travel?” tanyanya matanya fokus menatap gue.
“itu perusahaan bokap gue “ lanjutnya
gue yang dengar hanya mengagukan kepala.
“kebetulan perusahaan lagi butuhin karyawan marketing yang banyak buat ditempatin di berbagai mall-mall buat promosi, jadi kita sekarang coba buat rekrut karyawan marketing yang bersedia magang selama 3 bulan. Ada kurang lebih 10 karyawan magang yang dibutuhin, Gue pikir ga ada salahnya loe jadi bagian dari mereka, gue tau dari jimi katanya loe seorang sarjana ekonomi”
ungkapnya panjang lebar.gue yang dari tadi cengo mencoba mencerna omongan si bos.
“maksud bos, saya kerja merangkap?” tanya gue memastikan. Bryan mengguk pasti.
“ lo Cuma mesti harus bagi-bagi waktu aja” ungkapnya.
mata gue seketika berbinar, gue mau banget lumayan buat ongkos ke maldives haha.
“ oh ya satu lagi tapi gue mau kasih bonus buat semua marketing kalau seandainya, kalian dalam 3 bulan bisa narik konsumen 30 orang buat trip kesana, gue bakalan ajuin permohonan ke bokap buat bikin trip ke maldives gratis buat kalian”
Gue yang mendengar tak kuasa menahan bahagia, mata gue berbibnar, sangat berbinar, senyum gue merekah asliii gue kaya ketiban duren. Tanpa ba bi bu lagi akhirnya gue mengangguk pasti
“ oke bos saya siap!” ungkap gue mantap.bryan mengulurkan tanggannya, dengan taku-takut gue menyambutnya sambil tersenyum senang.
#hai hai ini cerita ke 3 aku teman-teman, kali ini aku nulis berbeda soalnya ini adalah cerita pendek, idenya agak gaje soalnya ini sebagian merupakan sedikit mimpi aku ngebet banget pengen liburan ke maldiv hehe nah aku coba nih buat dituangin kedalam bentuk cerita, mudah2 kalian suka ya, jangan lupa votenya ya
Terimakasih😘

KAMU SEDANG MEMBACA
Maldives I'm Coming
Humortiarawati seorang gadis yang mempunyai mimpi berlibur ke maldives, namun dikarenakan keadaan yang tidak beruntung muka cakep kantong kering, dia harus rela banting tulang melakukan segala cara untuk mendapatkan uang untuk mewujudkan mimpinya, sekal...