Brak!..
Siwon menghentakan nilai ulangan heechul yang masih pas pasan.
"Apa apaan ini, sudah 3 bulan belajar. Nilai mu hanya naik 20 %" bentak siwon murka.
"Kau pikir menaikkan nilai segampang membalikkan telapak tangan" jawab heechul santai.
"Segampang mengangkat tinju ku Dan menghujam wajah mu kalau kau masih dapat nilai seperti ini besok" Ancam siwon.
Heechul meneguk air liur nya dengan susah payah. Lalu bangun dari tempat tidur dan mendekati pria menakutkan ini.
"Hyaa choi siwon, bisakah kau sedikit lebih sabaran mengajari ku. Aku ini memang bodoh. Dan bukan dengan sekali kau beri bentakan aku langsung jadi professor ternama. Aku juga butuh bertahap walau kau mengajari ku mengeja kalimat. Jujur saja, aku merasa tertekan akhir akhir ini.. aku rajin belajar hanya karena takut dengan ancaman mu. Hal ini bukan kah jadi membuat mu sia sia saja mengajari ku " ucap Heechul membuat siwon sedikit merasa bersalah, ( ingat sedikit loh yaa.)
"Kau pikir mengajari mu segampang membalikkan telapak tangan. Orang seperti mu harus di ajari secara keras. Butuh ancaman. Jika tidak, kau pasti tidak akan berminat belajar jika tidak di ancam kan." Kata siwon mulai merendahkan nada bicara nya.
"Tapi, aku jadi benar benar membenci mu choi siwon. Aku jadi membenci keluarga ku sendiri karena sudah susah payah membayar orang kejam seperti mu!!" Pekik heechul kesal.
Siwon menghela nafas.
"Ini demi kebaikan mu juga. " Kata siwon masih dengan tatapan sinis.
"AKU TIDAK MENGERTI DENGAN DIRI MU CHOI SIWON. MANUSIA MACAM APA KAU INI. TIDAK PUNYA HATI. AKU BENCI DENGAN MU. AKU TIDAK INGIN BELAJAR LAGI DENGAN MU!!!!" Kata heechul sembari terisak.
Choi siwon terdiam melihat murid nya sudah entah ke berapa ia buat menangis. Ia memang kejam. Namun hanya cara itulah yang dapat membuat murid nya ini mau belajar. Mungkin memang berlebihan, tapi ia juga tidak sepenuh nya kejam. Ia punya sedikit rasa senang dan bangga jika murid nya berhasil ia ajari. Namun mendengar heechul yang merasa tertekan terhadap pengajaran nya, membuat nya merasa bersalah.
"kalau begitu, aku pulang saja. Kita akhiri pelajaran sampai disini. "kata siwon sembari membereskan barang barang nya lalu pergi keluar.
Heechul masih sibuk dengan urusan air mata nya.
"Ouuh tuan choi.. k..kenapa mau pulang?"
"Anak anda sedang tidak enak badan. Kurasa ia tidak bisa menerima pelajaran dengan baik jika keadaan nya sedang tidak fit" Jelas siwon.
"Ouh begitu yaa, yaa sudah kalau begitu"
"Saya pamit dulu…….."
.
.
."Benar benar jahat. Sama sekali tidak menghargai usaha orang. Aku sudah berusaha mendapat nilai bagus hari ini.. kenapa masih menghinaa."
Heechul pergi kedapur guna mencari sesuatu yang dapat ia makan.
Ia membuka kulkas dan ia menemukan sesuatu di dalam freezer."eskrim? Siapa yang membelikan eskrim ini bu?" Tanya heechul
"ouh itu, choi siwon yang membelikan nya. Dia bilang untuk mu. Kata nya hadiah karena kau sudah mulai rajin belajar." jelas ibu.
"hadiah?"
“permen lollipop pun tidak akan ku belikan. Karena nilai mu tidak akan pernah naik”
Besok nya..
Sepulang sekolah, heechul segera pulang dan ingin bertemu choi siwon guna meminta maaf atas kejadian kemarin. Namun,
"Guru mu yang tampan itu, kata nya tidak bisa mengajar hari ini. Dia bilang dia ada keperluan lain. " kata ibu menjelaskan setelah heechul panik ketika tak menjumpai pria itu ketika sudah melewati jam mengajar nya.

KAMU SEDANG MEMBACA
PRIVATE TEACHER
Fanfiction"Choi Siwon,, aku mohon.. jangan tarik kursi nya.. kau mau membunuh seseorang yaa." Teriak Heechul yang sudah pasrah dengan seutas tali yang melingkar sempurna di leher nya. Sedangkan tangan nya tak mampu berbuat banyak karena sudah terkunci oleh i...