RECEH 4

3.9K 421 53
                                        

Sekarang ini mereka lagi jalan jalan di sekitar hotel,mereka terlalu asik dan heboh sampai mereka di lihatin orang orang,mungkin mereka heran aja cakep cakep ko otaknya rada somvlak.

Abah suho yang berada di belakang mereka ga menyadari kalo anak anaknya jadi pusat perhatian banyak orang .

"Bahh..."jisung

"Abahhhhhh....."haechan

ga ada sautan dari abah,mereka berbalik badan ternyata si abah lagi asik main handphone.

"Pasti lagi ngepoin janda di sebrang rumah kita"mark

"Mana ada"jaemin

"Ada tauu mulusss banget ke plafon rumah"chenle

"Hussst....masih kecil juga"abah suho

"Lagian abah di panggil ga nyaut"renjun

"Ya ada apa emangnya,butuh duit,butuh apa kalian"abah suho

"Ga butuh apa apa cuma butu,ibu baru"jisung

"Aahhh gampang,mana si orang yang ga mau sam abah yang masih tetep cakep walaupun buntutnya udah tujuh"abah suho dengan senyum bangga

"Dihhh pd banget abah"harus dong

"Udah ngomongin ke ginianya di kamar aja,ga sadar apa kalo kita masih di depan umum"mark

"Ooo iya bener juga"haechan

"Malu maluin ini"jaemin

Setelah menerima kunci kamar mereka.mereka segera menuju ke kamarnya masing masing,setiap kamar memiliki dua tempat tidur,itu berarti mereka harus berbagi kamar satu sama lain.Yang tersiksa itu yang sekamar sama abahnya sendiri.Gimana ga tersiksa soalnya abahnya suka lakuin ritual aneh tiap malamnya.Dan itu sangat menganggu bagi siapa saja yang ada disekitarnya.
Seperti malam ini Mark yang satu kamar sama abah suho mendadak jadi pusing gara gara liat kelakuan dan ritual yang di lakukan abahnya.

"Bahh udah berapa kali lakuin begituan"Mark

"Baru juga 10 kali "

"Udah cukup bah"

"Bentar ritualnya tuh sampai 20 kali ya"

"Masih 10 kali lagi dong"

"Iyaa nah itu pinter"

"Di hitung berapa kalipun tuh dollar akan tetap sama bah,ga bakal beranak"

"Siapa tau udah ada yang lagi kontarksi,setelah abah hitung berulang kali"

"Di kira manusia kali "

"Udah diem makanya,tidur aja tidur"

Mark bangkit dan berniat buat pindah kamar,namum sebelum itu.

"Mau kemana kamu"

"Ke jonggol"

"Ditanya orang tua tuh jawabnya yang baik baik"

"Baik baik"

"Ga gitu jugaaa"

"Au ah pusing mau ke kamar hacehan aja "

Mark keluar dan mengetuk kamar haechan dan jisung.

"Tok tok tok"gitulah perumpaanya

"Siapa"suara haechan dalam kamar

"Mark mark nih brother you"

"Maaf ,anda ga kami kenal"jisung

Luknut emang nih adik adiknya.

"Eh serius nih"

"Paswordnya dulu paswordnya"jisung

"Sekali semprot bebas mantan sepuluh jam"mark

"Dengan siapa disitu"haechan

"Dengan saudara mark disini"

"Jawab pertanyaan di bawah ini,kopi kopi apa yang menyakitkan"hacehan

"Emmm emmm emmm apa ya"

"Hitungan mundur dari sekarang.100 99 98 97 96 95 94 "

"Tunggu tunggu...,kopikir aku rela melihat kau denganya"mark

"2 juta rupiah dia potong pajak"

Orang orang yang berjalan di depan kamar merekapun hanya geleng geleng doang,dan bingung sama kelakuan mereka.
Mark lah yang paling malu soalnya di masih di luar kamar,dan sampai lupa tujuan utama dia sendiri.

"Eh buka pintunya"mark

"Sabar ih"jisung

Jisung buka pintu kamar perlahan tapi ga terlalu lebar dia cuma ngeluarin kepalanya doang,dan berniat buat menolak kedatangan mark ke kamarnya.

"Bang ke yang lain aja lah,sempit kamarnya"

"Ga bisa cung,yang lain ke nya udah pada tidur"

"Ke kamar bang jeno,kalo disini mah ga bakal nyaman abang tau sendiri haechan suka tidur sambil berjalan."

Markpun pasrah dan bergegas ke kamar jaemin dan jeno.

"Na na na na na na"mark sambil ketuk ketuk pintu

"Apa siii ihhhh"jaemin

Jaemin bergegas membuka pintu,sama seperti jisung dia juga cuma ngeluarin kepalanya doang.

"Apa bang"jaemin

"Boleh tidur disini ga?"

"Aduhh ga bisa bang,tau sendiri kan jeno tuh kalo tidur suka ngigo macem macem"

"Tapii.....naa.."

Belum sempet selesaiin omongannya pintu kamar mereka sudah tertutup kembali.
Harapan terakahir mark adalah kamar renjun dan chenle.

"Njun...njunn"

"Iyaa"

"Boleh tidur disini ga"

"Ga"

"Kenwhy"

"Tau sendiri kan chenle kalo tidur tuh suka banget ngedengkur keras banget"

"Ga papa plisss...."

" ga ga"

Pintu kamar kembali tertutup.Akhirnya dia mutusin buat balik kekamar abahnya lagi,percuma berniat mau pesen kamar lagi,soalnya semua kamar sudah penuh.

Ini mah judulnya abang yang ternistakan:)

.

.

Jangan lupa tekan bintang ya

KELUARGA RECEH✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang