Sore hari setelah mengantar Wulan pulang kerumanya, Hans menuju rumah kakeknya yang berada diselatan kota, rumah sederhana yang berada didekat pantai bahkan langsung menghadap kepantai, setiap sepulang sekolah Hans pasti kerumah kakeknya yang tinggal sendiri dan juga setiap hari ada bibi inah pembantu rumah tangga, yang dipekerjakan ayahnya Hans untuk membantu kegiatan kakeknya Hans setiap hari.
Sampai dirumah kakeknya.
*tok-tok-tok* suara ketukan pintu.
"Assalamualaikum, Kek..." kata Hans.
Pintu terbuka dan keluar kakek Bowo namanya, pria yang sudah berumur.
"Wallaikumsallam, Hans.. sore sekali kamu datang kesini" kata kakeknya.
"Iyaa kek.. tadi Hans ada urusan dengan teman" kata Hans.
"Yaudah... kamu masuk" ajak kakeknya.
"Iyaa kek.. sekalian Hans pengen mandi dulu" kata Hans.
"Yaudah sana Hans kamu mandi dulu" kata kakeknya.
Setengah jam Hans mandi, lalu menuju kekamarnya untuk mengambil kotak yang isinya jam tangan pemberian ayahnya untuk kakeknya itu.
Hans berjalan menuju kamar kakeknya untuk memberikan jam tangan itu, tapi saat dilihat kakeknya sedang tidak ada dikamar Hans mencari sedang dimana kakeknya itu sekarang.
Hans sangat suka sekali berada dirumah kakeknya melihat buku yang tersusun rapih di raknya, jika berada dirumah kakeknya Hans merasakan perasaan yang tenang berada dirumah sederhana yang berada dekat dengan pantai itu.
Saat Hans mencari keluar rumah, terlihat kakeknya itu yang sedeang duduk santai membaca buku ditemani secangkir kopi dan sebatang rokok yang menyelinap di jemarinya.
Hans menghampiri kakeknya itu dan duduk dikursi sebelah kakenya.
"Lagi santai kayanya nih" celetuk Hans.
"Ehh.. Hans sudah mandinya" kata kakeknya.
"iyaa kek..." kata Hans.
Kakek Bowo melihat kearah kotak yang sedang dipegang ditangan Hans.
"Apa yang kamu bawa itu Hans?" Tanya kakeknya.
"Ohh.. ini kek.. jam tangan dari ayah buat kakek" kata Hans.
Kakeknya mengambil jam tangan itu.
*HHhheEh* menghela napas kakeknya seperti tidak senang mendapatkan jam tangan itu.
"Ayah kamu itu Hans.. untuk memberikan sesuatu saja kamu yang mengantar, padahal sebenarnya kakek tidak mau juga hadiah seperti ini.. kakek itu cuma mau liat ayah kamu kesini" kata kakeknya.
Memang setiap Hans datang kerumah kakeknya, pasti yang dibicarakan atau ditanya kakeknya tentang anaknya, ayah Hans.
"Kakek.. mau ketemu ayah yaa, kalau gitu besok kakek sama Hans kerumah yaa buat ketemu dengan Hans" ajak Hans.
Kakeknya melihat kearah Hans.
"Kamu tau Hans.. dulu saat ayah kamu masih kecil, kakek, nenek, dan ayah kamu sering sekali duduk ditepi pantai sebelah sana bareng-bareng menikmati indahnya langit malam dengan bintang dan bulan menyinari diatas kami, tapi sekarang kayanya sulit sekali buat melakukan hal itu lagi bersama keluarga kakek" kata kakeknya dengan nada kecewa.
Hans melihat kearah kakeknya itu terlihat wajahnya sangat kecewa.
"Kakek enggak usah sedih kan ada Hans disini buat nemenin kakek" kata Hans.
"Iyaa Hans kakek beruntung sekali ada kamu disini" kata kakeknya tersenyum kecil sambil mengacak-acak rambut Hans.
Hans tahu sebenarnya yang diinginkan kakeknya itu hanya ingin melihat anak laki-lakinya, Hans sudah beberapa kali membicarakan keinginan kakeknya itu kepada ayah dan ibunya, tetapi mereka tidak menghiraukannya mereka hanya beralasan karena sibuk dengan pekerjaannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BEACH HOUSE (Everything Relative)
FantasyHANS KAFKA kakeknya yang memberi nama itu, yang diambil dari nama penyair terkenal Franz Kafka agar suatu saat nanti Hans akan menjadi orang yang bijak seperti penyair yang di idolakan kakeknya itu. Makanan kesukaan Hans yaitu Donut. Donut mana Donu...
