"Kok lu mau aja sih diajak begituan sama dia?" tanya Seokjin penasaran, Taehyung pun merona seketika.
"Y-ya gimana... G-gue juga bingung jelasinnya. T-terjadi gitu aja hyung..." sahut Taehyung salah tingkah. Tiba2 Hoseok datang dan memeluk Taehyung dari belakang.
"Siapa?" tanya Hoseok.
"Seokjin hyung" jawab Taehyung.
"Dia di deket lu?" tanya Seokjin lagi.
"Heumhh..." jawab Taehyung tertahan. Nampaknya tuan Hoseok mulai jahil, ia dengan santainya menciumi leher jenjang milik Taehyung.
"Masalah kalian udah selesai?" tanya Seokjin untuk yg kesekian kalinya.
"U-udah..." jawab Taehyung menahan desahannya.
"Gimana ceritanya deh?" tuntut Seokjin.
"H-hyunghh..." kali ini Taehyung tak menjawab pertanyaan Seokjin. Ia mendesah begitu saja saat Hoseok menghisap kuat pundaknya.
"Tae?" panggil Seokjin.
"I-iyahh..." jawab Taehyung sambil menahan tangan Hoseok yg mulai menyibak kaosnya.
"Lu dengerin gue gak?" tanya Seokjin mulai curiga.
"Eumhh..." jawab Taehyung sambil setengah mendesah. Kali ini jemari Hoseok berhasil menjelajahi perut mulus Taehyung.
"Anjir! Lu lagi ngapain?" sahut Seokjin setengah berteriak. Hoseok pun berdecih sebal dan merenggut ponsel milik Taehyung.
"Udah ya hyung, interogasinya dilanjutin besok aja. Bye..." sahut Hoseok.
"Yak!" sebelum Seokjin sempat mengomel, Hoseok segera memutuskan sambungan itu.
"Kok diputus sih, hyung?" tanya Taehyung.
"Ganggu aja tuh nenek lampir" jawab Hoseok tanpa dosa. Ia lalu melanjutkan kegiatannya yg tertunda.
"Udah ahh, gelihh" pinta Taehyung, tapi Hoseok tak perduli. Ia masih asyik mengendus dan menciumi leher Taehyung.
"Kita lanjutin yg tadi malem ya?" pinta Hoseok.
"Enggak mau. Rasanya masih sakit, hyung~" rengek Taehyung manja.
"Tapi aku udah gak tahan, Tae" bujuk Hoseok. Lalu tiba2 Taehyung menyikut perut Hoseok.
"Aww!" keluh Hoseok, Taehyung pun menjauhkan diri dari kekasihnya.
"Main sendiri sana di kamar mandi!" sahut Taehyung dengan rona merah di wajahnya.