Yoongi pov
Sudah 2 minggu sejak appa pergi ke luar kota untuk urusan bisnisnya. Sudah 2 minggu juga aku pergi dan pulang bersama jungkook.
Hubunganku dan jungkook sudah sedikit membaik, mungkin. Dia sudah berbicara kepadaku, walau tidak seperti dulu. Setidaknya sekarang dia sudah tidak terlalu mengacuhkanku, itu merupakan suatu hal yang baik bukan?
Hari-hariku selama 8 tahun terakhir terasa sangat berat, ditinggalkan dan dibenci oleh orang yang di sayang bukanlah suatu hal yang mudah. Hidupku yang semula baik-baik saja tiba-tiba diterpa oleh masalah yang membuat semuanya berantakan.
Hanya satu alasan yang membuatku bertahan sampai sekarang, yaitu adikku, jungkook. Karena jungkooklah aku harus bertahan, aku harus menjaganya, aku sudah berjanji dan aku harus menepati janji itu.
Hari ini cuacanya cerah, tapi tidak dengan hatiku. Perasaan gelisah, cemas, khawatir, semuanya menjadi satu. Hari ini adalah hari pertama ujian akhir bagi kelas 12. Ujian yang menentukan kau lulus atau tidak. Walau sudah belajar tetapi aku masih saja takut.
Aku sudah di sekolah dan aku sedang bersama dengan jin hyung.
"Ya! Yoongi-ya, kau takut? Wah, seorang Min Yoongi yang di takuti satu sekolah kini takut pada ujian? Dimana Min Yoongi si pemberani itu? Hahaha kau lucu saat sedang takut Yoongi-ya"
"Kau tau Yoongi, aku tidak takut pada ujian, ujian hanya suatu hal yang kecil bagiku. Aku akan melewatinya tanpa beban"
jin hyung terus mengoceh dari tadi, tidak bisakah dia diam? Apa dia tidak lelah berbicara terus? Aku saja sudah lelah mendengarnya.
"Hyung, tidak bisakah kau diam?"
"Baiklah.... baiklah. Tapi Yoongi, kenapa kau masih belajar? Sudahlah berhenti belajar, lebih baik kita bermain game saja sambil menunggu ujian di mulai."
"Mengapa kau terlihat santai sekali hyung? Bagaimana kalau nanti kau dapat nilai jelek?"
"Itu tidak akan terjadi Yoongi, karena aku sudah tampan dari lahir"
"Apa hubungannya wajahmu dengan nilai?"
"Wajahku dapat mempengaruhi nilai ku, karena aku tampan maka nilai ku akan bagus nantinya hahaha"
"Terserah kau saja"
Yoongi pov end
***
Ujian hari pertama sudah selesai, murid-murid keluar dari ruang ujian dengan ekspresi yang bermacam-macam, termasuk Yoongi dan Seokjin. Yoongi terlihat seperti biasa dengan ekspresi datarnya, berbeda dengan Seokjin dengan ekspresi yang sulit diartikan, dia terlihat seperti lega, kesal, kecewa, dan entahlah ekspresinya bercampur-campur, tetapi satu hal yang pasti Seokjin tetap tampan.
Yoongi dan Seokjin saat ini sedang berjalan menuju ke kantin, dengan tujuan agar bisa menenangkan hati dan pikiran Seokjin
Seokjin terus saja mengoceh selama perjalanan ke kantin.
"Yoongi-ya, ternyata ujiannya sulit. Teganya mereka memberikan soal yang sulit kepada orang tampan sepertiku"
"Tapi tidak apa-apa, sebentar lagi aku akan lulus dan akan terlepas dari sekolah yang membosankan ini. Tapi aku sudah tidak bisa lagi makan makanan yang di berikan untuk Yoongi, tidak ada makanan gratis lagi"
Mereka sudah sampai di kantin, tidak terlalu ramai karena para murid yang lain lebih memilih pulang kerumah dari pada ke kantin.
"Pilihlah tempat duduknya, aku akan memesankan makanan untuk kita" kata Yoongi
Seokjin duduk di tempat yang di pilihnya. Beberapa menit kemudian Yoongi datang dengan makanan yang di pesannya.
Mereka menyantap makanannya dengan sesekali mengobrol.
"Yoongi-ya, aku masih penasaran bagaimana kau tau kalau jungkook yang memberikanmu hadiah?"
"Setelah aku mengantar Jieun, aku mampir ke toko yang menjual keset itu, aku pikir mungkin aku akan tau siapa yang membelikannya. Tapi itu tidak mudah, sangat sulit untuk membujuk pemilik toko. Tetapi akhirnya dia mengizinkan ku untuk melihat cctv, dari situlah aku tau kalau jungkook membeli keset kaki itu"
"Ohh seperti itu, tapi tunggu dulu siapa Jieun?"
"Lee Jieun, anak kelas 11"
"Jieun? Aku sepertinya tidak asing dengan nama itu" Seokjin tampak berpikir
"Ah! Aku ingat sekarang, Yoongi-ya ternyata orang yang memberikanmu makanan selama ini adalah Jieun, aku sudah tau dari beberapa hari yang lalu tapi aku lupa memberitaumu hehehe mianhae"
"Sudahlah hyung, cepat habiskan makananmu aku harus segera pulang, jangan lupa bayar makananmu padaku."
.
.
.
.
Tbc~~
Next?
Typo = manusia
KAMU SEDANG MEMBACA
Mianhae [yoonkook]
FanfictionKehidupan bahagia seorang min yoongi tiba-tiba berubah karena sebuah kejadian yang tak terduga. Akibat kejadian tersebut ayahnya dan bahkan adik kesayangannya pun sangat membencinya. Kejadian apakah itu? Dan bagaimana yoongi menghadapi hari-harinny...
![Mianhae [yoonkook]](https://img.wattpad.com/cover/179791560-64-k924057.jpg)