IKHTIAR

123 10 0
                                    

Dengan tekat yang kuat bermodalkan keberanian Hamzah berniat mencari rumah sang akhwat.
Hampir 2 minggu Hamzah stalking akhwat tersebut dengan bantuan sahabatnya Umar .Hamzah mendapatkan alamat akhwat tersebut.

*Bertamu*

Hamzah : " Kayaknya ini deh rumah.     cewek itu?"
gumam Hamzah yang berdiri di depan rumah yang sedikit megah berpagar hitam .

Hamzah : " Apa aku yakin ya Allah bisa meminang gadis seperti dia ? Tapi Allah akan membantu ku , ha.. Semangat Hamzah lo pasti bisa"

Dengan degup jantung yang tak beraturan ia mulai menekan bel rumah akhwat tersebut.

*Ting tong "

" Tunggu... "  sautan suara terdengar dari rumah itu.

*krekk*

Pagar pun terbuka berdirilah perempuan mengenakan hijab dan daster sembari tersenyum ramah

"maaf dengan siapa ya ? Mau cari siapa?"

Hamzah :" em.. Saya Hamzah bu.. Benarkah ini rumah akhwat yang mengenakan cadar ?"

Perempuan itu hanya tersenyum.

Bukannya apa Hamzah belum tau sama sekali nama akhwat tersebut ya jadinya dipanggil akhwat bercadar .

"Oh..mbak Hanifa , mas teman mbak Hanifa ya ? " tanya perempuan itu lagi.

Hamzah : " Iya Hanifa ... Iya bu bisa bertemu Hanifa ?"

" Emm.. Gimana ya ?"

Perempuan itu tampak bingung ..
Tak lama terdengar suara laki laki parubaya .

" Bik..siapa suruh masuklah tamunya"

Perempuan itu menoleh sejenak ke arah laki laki tersebut lalu membukakan pintu  .

"silakan masuk mas.."

Hamzah :" Iya bu makasih "

Berjalanlah Hamzah menuju halaman rumah yang banyak bunga dan rumput hijau seolah permadani menyejukan mata.

Ia melihat laki laki parubaya mengenakan gamis coklat tua , jengot yang banyak menghiasi dagu serta wajah berseri.
Hamzah disambut ramah.

"Assalam'ualaikum pak.." sapa Hamzah

"wa'alaykummusalam silakan duduk dek " jawab laki laki itu.

"Bik.. Tolong buatkan minuman serta jamu tamu kita dengan makanan "
Perintah laki laki itu kepada asiten rumah tangganya.

"Baik pak ..permisi"

"Adek... Temannya Hanifa ?" tanya laki laki itu

Hamzah :" iya pak.. Sebenarnya saya bertemu Hanifa selintas ,belum berteman akrab waktu itu Hanifa kehilangan sandalnya jadi saya meminjamkan sandal saya ke beliau "

Abu Usama :"Em.. Perkenalkan saya abinya Hanifa nama saya Abu Usama  ,Hanifa anak saya satu satunya beliau memang sering ke kajian "

Hamzah :" He.. Iya pak "

Abu Usama :" tenang jangan tegang dek saya tak akan garang ..anggap saja kamu sedang berbicara dengan sahabat mu ,hanya saja kita beda generasi "

Hamzah :" Hehe iya pak , saya gugup baru kali ini saya kerumah cewek yang belum saya kenal "

Abu Usama :" Ya..ya.. Ohya ada niat apa adek kerumah kami "

Hamzah :" Em..gimana cara bilangnya ,saya suka sama Hanifa pak ,saya ingin menikah sama Hanifa ,jujur pak saya hanya pegawai honorer  ilmu agama saya baru sedikit ,baru baru ini saya ikut kajian sunnah ,saya takut jika saya tak bisa menghidupi Hanifa pak...keluarga saya juga awam pak ,saya tinggal dengan nenek dan tante saya hanya punya ibu ayah saya sudah pergi meninggalkan kami , eh..maaf pak jadi curhat ,tapi inilah saya kalo bapak menolak saya ngak apa apa pak saya sadar kok ,hehe "

Abu Usama :" Kamu sudah tau wajah Hanifa ?"

Hamzah :" Demi Allah saya tak pernah tau bahkan saya untuk menghayal wajahnya saja saya tak berani takut Allah marah "

Abu Usama : " Baiklah.. 1 minggu lagi kamu datang kesini bawa satu wali mu "

Hamzah :" Mau apa ya pak ?"

Abu Usama :" datang saja .."

🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Setelah pertemuan Hamzah dengan Ayah sang akhwat ,hati nya semakin tak karuan ,antara bahagia atau bagaimana .
Apakah 1 minggu lagi lamarannya diterima atau ditolak .

Mohon vote dan dukungannya 💞
Barakallah

KEKASIH IMPIANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang