"LEVI JUNGKOOK JIDATAN GANTENG BANGET AAAAAAA"
"LEVI LIAT DEH BESOK PENTAGON KE INDO GUE NGGAK NONTON HUHUHU"
"LEVI BANTU PILIH DONG, MAU BELI SLOGAN TAEHYUNG APA CHANYEOL YA, AKU BINGUNG.."
"LEV, GUE HABIS BELI ALBUM BARU DONG"
BLA BLA BLA
Begitulah Reina. Dia adalah kpopers garis keras, tebal nan anti pecah. Kaya ember buat nyuci.
50% hidupnya ia dedikasikan buat oppa-oppa korea kesayangannya itu. Dia bahkan rela nggak jajan cuma buat beli pritilan-pritilan kpop yang menurut gue sama sekali nggak penting. Selagi ada waktu kosong pasti ia nonton video musik, live performance, variety show dan lain sebagainya.
Tapi, terlepas dari semua hidup dia yang penuh dengan koreaan itu, ada satu hal yang buat gue salut sama dia.
Reina sangat baik dalam hal manajemen atau atur-mengatur. Baik itu dalam mengatur waktu, uang bahkan dirinya sendiri.
Ia mampu membagi waktu dia buat belajar dan organisasi serta koreaan.
Ia mampu membeli segala barang-barang kpop yang ia inginkan tanpa minta ke orang tua secara langsung.
Ia bahkan nggak pernah telat beribadah meskipun dia sangat sibuk.
Reina juga nggak pernah menuntut gue buat suka sama apa yang ia sukai, nggak pernah pula memaksa gue buat selalu jadi orang yang perfeksionis. Dia selalu bisa jadi teman sebangku yang baik, bahkan sangat baik.
Dan itu yang membuat gue bisa bertahan berteman sama dia.

KAMU SEDANG MEMBACA
Beyond The Scene
Teen Fictionkata orang gue orangnya cuek, gak pedulian dan gak punya temen. ya. emang bener sih. Ini kisah gue