10 - I call this as a betrayal

220 36 6
                                        

Duh duh saya kembali malam-malam gini.

Ayoo di vote ya jangan lupa, biar saya semangat nulisnya💪🏻

Thank u & happy reading⚘





🎠🎠🎠

kemarin, Namjoon meminta Daniel untuk membuatkan sebuah surat mengenai permintaan untuk bertemu dan menyelesaikan masalah yang sebelumnya di perbuat oleh Jisoo dan Hari ini, ia mendapat balasan dari Jisoo. Sepucuk surat dengan tulisan yang kecil nan rapi.

'datanglah ke apartemen ku jika kau mau. Hyundai Apartemen.

Jisoo.'

Namjoon memutuskan pergi ke sana dan meminta Supirnya untuk mengantarkan ke tempat dimana Jisoo menetap. Namjoon tanpa berpikir curiga dan takut karena tujuannya kesana hanyalah untuk menyelesaikan masalahnya. Ia mengetuk pintu ke lima dari ujung lift tersebut. Tidak menunggu lama, pintu itu terbuka dan menampilkan Jisoo yang sedang tersenyum manis menunjukkan garis pada pipinya. Jisoo mempersilahkan Namjoon masuk dan duduk pada Sofa di ruang tengah.

Namjoon mengernyit saat melihat tatanan ruangan tersebut, terlebih pada meja di depan sofa tersebut. terdapat dua botol Soju dan camilan ringan serta hiasan yang indah, sangat terlihat sengaja di tata dan sudah direncanakan.

"duduklah. Kau pasti cukup lelah, bukan? Kita bisa minum terlebih dahulu," Namjoon hanya diam dan menatap Jisoo yang tengah menuangkan minuman ke gelasnya.

"ada apa? Kau mencurigai ku?" tanyanya polos, Namjoon hanya menggeleng dan meminum Vodka tersebut. sedangkan Jisoo mengambil roti kacang pada salah satu toples disana dan tersenyum miring. Jisoo memanpulasi isi botol Soju tersebut dengan sebuah Vodka.

"baiklah, aku tidak ingin berlama-lama disini. Kau pasti tahu, apa tujuanku datang kemari," Jisoo menghela sambil mengangguk pelan.

"sebenarnya, apa maksud mu melakukan hal seperti itu?" Jisoo memasukkan sisa gigitan roti kacangnya lalu mengisi gelas milik Namjoon dan miliknya dengan Vodka sebelumnya.

"kan aku sudah bilang, aku akan melakukan segala cara untuk mendapatkanmu termasuk...- menghancurkan hubunganmu dengan Manager mu itu. memangnya aku tidak tahu?"

"Jisoo, kita sudah berakhir. Kau sendiri yang mengakhirinya." ucap Namjoon secara jelas.

"well, ku akui memang aku menyesal mengakhirinya, Joon. Sebenarnya itu bukan maksud awal, aku meninggalkan mu karena harus menebus apa yang harus di kembalikan. Ibuku..- mempunyai hutang kepada seorang rentenir demi operasi jantungnya. Bahkan, aku juga tidak tahu. Itu berlangsung sangat cepat dan..- aku memang sangat bodoh, aku terbuai dengan iming-iming kehidupan yang sangat mewah." Namjoon menaikkan alis kanannya, Jisoo hanya menghela.

"Terserah, percaya atau tidak itu ada pada dirimu," sambungnya cepat.

"tapi caramu sangat keterlaluan jika sampai mengusik kehidupan baru ku dengan kekasihku," Jisoo tersenyum miring, "masih kekasih, kan?" Jisoo meminum Wine pada gelasnya hingga habis, lalu menatap Namjoon dengan tenang.

"kau tahu, gadis mu itu bahkan menyembunyikan sesuatu yang besar pada dirimu. Karyawan yang berteman dekat dengannya, juga tidak sepenuhnya mematuhi aturan konyol yang kau buat. Kau tidak tahu bukan? Bukankah sebagai kekasih, ia harusnya membantu mu, bukan seperti ini."

"bahkan tidak ada kejujuran diantara hubungan kalian, cih." Jisoo melipat kedua tangannya di depan dadanya lalu bersander pada sofa.

Namjoon hanya diam, ia bingung harus menanggapi apa saat ia sadar bahwa Jian menyembunyikan sesuatu dibalik dirinya. Pikirannya memutar hingga pening dirasakannya. Jisoo pura-pura tidak tahu saat Namjoon memijit pelipisnya pelan, ia hanya memilih menghabiskan isi toples itu.

Ashes After Us - KNJTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang