Tak terasa dua minggu telah terlewati. Jeongyeon kini mulai menyerah atas pencariannya. Selain karena tak kunjung membuahkan hasil, pekerjaan juga menjadi penghambat utamanya.
Toh, dirinya dan juga chaeyoung tak mengalami kesulitan berarti, apalagi semenjak mereka memutuskan keluar dari mansion keluarga Yoo dan tinggal di apartement pribadi jeongyeon.
Mengapa demikian, alasannya karena pria itu mau membesarkan sang putri seorang diri.
Kini keduanya sibuk bermain superhero di dalam kamar sang putri. Kamar balita mewah yang di design oleh ahli berbakat. Konsep putri disney tergambar jelas di sepenjuru kamar, interiornya sungguh benar-benar di dekorasi elegant, perabotan juga tak lupa dilukis berbagai karakter mulai ariel hingga aurora. Jeongyeon sungguh memanjakan putri kecilnya.
"Wush.."
Mereka berdua saling bermain menyerang, dimana chaeyoung berlakon sebagai superman dan jeongyeon sebagai seorang Iron man.
"Daddy..terbang..terbang..superman..superman.."
Dengan memakai sehelai kain berwarna merah yang ia simpulkan dilehernya, chaeyoung memberikan gesture ingin terbang dengan dua lengannya terangkat tinggi ke atas.
Jeongyeon yang tentunya menggunakan topeng ala iron man, dengan sigap bergegas menyambut sang putri. Mengangkatnya secara terlungkup, bertopang pada dua lengan kekar tersebut.
"Yahooooo..." jeongyeon mengerakkan tubuh balita itu naik maupun turun selayaknya pesawat yang menungkik dan menghempas.
Bahagia itu benar-benar terasa saat keduanya bersama, saling melemparkan tawa riang yang pasti cukup begitu berharga.
"Chaeyoungii.."
Pria dewasa tersebut mendekap sang anak, menciumi dan menggosok-gosokkan pipi serta bibirnya ke wajah mungil chaeyoung.
"Hahaha, geli daddy..." chaeyoung tertawa lepas, merasa geli ketika kumis dan jenggut yang baru tumbuh milik jeongyeon, menempel di sepanjang pipi, dagu, bibir hingga hidungnya.
"Chaeyoungiie..."berhenti sejenak dari aktivitasnya tadi, dia, memandang getir sang putri dengan senyum hampa.
"Mianne..."
Jeongyeon masih merasa insecure. Kata maaf dan tindakannya sedikit tak meyakinkan dirinya bahwasanya dosa masa lalu dapat tertebus kian.
Dia masih tetap merasa bersalah pada chaeyoung.
Chaeyoung memegangi pipi sang ayah, jari jemari kecilnya bermain liar disana, sesekali jari nakalnya itu ikut masuk ke dalam lubang hidung jeongyeon sampai membuat si pria dewasa kembali tersenyum lebar dan mulai melanjutkan kegiatan bersenang-senang mereka. Jeongyeon dengan gemar menggelitiki pinggang si gadisnya.
"Daddy...daddy..."jeongyeon merasa cukup bahagia, bagaimanapun ia harus bersyukur pada tuhan, karena mempertemukan ia dengan cutipie kecil yang memanggilnya ayah.
"Jika sudah besar, kau ingin jadi apa?" tanyanya seraya duduk di atas ranjang si balita, dengan posisi sang ayah memangku gadis kecilnya
"Hemm...changie ingin menggambar.."
Jeongyeon paham, chaeyoungnya ingin menjadi seorang pelukis, kurang lebih ia sedikit mengetahui bakat sang anak ketika si bocah pertama kali diberikan alat tulis.
Chaeyoung turun dari pangkuan jeongyeon lalu bergegas lari ke arah meja belajarnya, meraih sesuatu dari sana.
"Lihatlah..."
Dengan bangganya, balita 3,5 tahun itu menunjukkan hasil kreasinya di atas selembar kertas gambar.
Sebuah lukisan keluarga gembira, dengan sang ayah yang menggenggam erat putrinya sambil memegangi seikat balon gas.
KAMU SEDANG MEMBACA
WHERE IS YOUR MOMMY ? (Completed)
FanfictionKisah petualangan seorang pria guna mencari keberadaan ibu dari bocah perempuan yang mengaku-ngaku sebagai anak kandungnya.
