'2

31 5 1
                                        

Setelah Aya selesai membersihkan rumah ia pun pergi menonton tv diruang keluarga, tiba-tiba pintu utama terbuka.

Lalu masuk lah kia.
Kia memegang banyak sekali belanjaan.

Tiba-tiba Aya berinisiatif untuk membantu sang kakak.

"Sini kak biar Aya bantu."ucap aya sambil memegang tas belanjaan Kia.

Kia pun langsung menepis tangan Aya dengan kasar.

"Gue gak butuh bantuan Lo!"ucap kia kembali berjalan ke lantai dua.

Aya pun menunduk air mata nya sudah menumpuk di pelupuk mata indah milik nya.

Tes.
air mata itu pun lolos keluar dari mata hazel milik gadis itu.

Ini adalah kunci kelemahan gadis itu,yaitu keluarga.

Jika ia sudah di rumah Aya berubah.
Aya menjadi lemah.
Sangat berbeda jika diluar rumah ataupun sekolah,ia selalu bersikap dingin kepada semua orang.

Aya pun masuk ke kamar nya dilantai dua.Mood Aya kembali down.

Lagi dan lagi Aya kembali tertampar dengan kenyataan bahwa ia tidak dianggap dengan keluarganya.
Nasib.

Sekarang sudah menjelang sore,Aya pun bersiap-siap untuk mandi.

Setelah selesai mandi,entah mengapa Aya merasa sangat lelah hari ini,dan malas untuk membuka ponsel nya.

Ia pun pergi kekasur king size nya.

"Huaaa capek banget guee"ucap Aya
Lama kelamaan rasa ngantuk pun mulai datang.
Dan...Aya tidur.

Aya'aloneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang