Selepas libur kenaikan kelas.
"Nindaaa"
"Ah Lethaa, gua kangen bet dah"
Sepasang sahabat yang tengah saling berpelukan. Melepaskan rasa rindu. Hhe.
"Heh tha,lo tau ga?" ini kebiasaan Ninda. Ninda Nafisah. Selalu bertanya "lo tau ga?" padahal kan kalo mau ngasih tau gak mesti nanya gitu dulu kan.
"Gue gak tau,emang apa?"
Sengit Aletha. Aletha Shezan Tsabitsa. Sahabat Ninda sejak kelas X."Lo taukan temen deket nya freya yang cowo yang selalu dia bangga-banggain? Kalo gak salah dia orang yogya. Dan lo tau? Dia sekarang pindah sekolah Tha. Dan apa lo tau? Dia pindah sekolah ke sini!" Heboh Ninda.
Ninda kegirangan. Ninda mengucapkan itu penuh antusias. Dan, Aletha jelas kebingungan.
"Iya gue juga udah tau kali, orang semalem freya chat gue heboh banget. Kayak lo!" Ucap Aletha dengan penuh penekanan di akhir bicara.
➖➖➖
"Woi Aletha bangun! Istirahat! gue laper. Bangun Aletha!!!! " Ucap Ninda lantang yang sontak membuat makhluk isi kelas langsung melihatnya dengan tatapan aneh.
"Ah lo apaan si. Kalo lo laper ya ke kantin lah. Bukannya bangunin gue!" Ujar Aletha dengan nada kesalnya.
"Plis dong tha, lo kan cabat gue jadi lo harus anter gue ke kantin dong"
"Jijik!"
"Aletha come on lahhh" Bujuk Ninda yang akhirnya di iyakan oleh Aletha. Daripada tidak? Jelas akan membuat Ninda semakin membujuk dengan kata-kata yang menurut Aletha sangat menjijikan.
Sepanjang koridor sekolah, Aletha banyak diam. Memasang wajah datar. Tatapan lurus kedepan. Seperti aura dingin? Entahlah. Sedangkan Ninda? Ninda berbanding terbalik dengan Aletha. Bahkan Ninda dengan tidak malu nya selalu tersenyum setiap ada orang yang berpapasan dengannya.
"Woi Aletha, Ninda sini" Teriak Zenia.
Tanpa babibu Aletha dan Ninda langsung menghampiri Zenia. Tapi, Aletha sadar bahwa ada yang kurang.
Ayra dimana? Gumam Aletha.
"Ayra dimana zen?" Tanya Aletha akhirnya.
"Oh.. ah itu Ayra lagi di dalem kelas lagi ngumpul, kayak nyasih sama anak baru juga deh. Mau gue panggilin?" Jelas Zenia.
"Oh, gausah" Jawab Aletha dengan nada dinginnya.
Ninda sadar apa yang barusan Zenia ucapkan.
"Eh zen anak baru yang manasih? Namanya siapa?" Tanya Ninda. Ninda bukan bertanya, tapi dia sedang modus. Modus receh.
"Namanya Arkana. Arkana Daiyan Zaidan. Lo mau liat orang nya?" Tanya Zenia yang tentu saja langsung di balas anggukan heboh oleh Ninda. Dan.. Aletha? Dia sedang menatap Ninda malas.
Ninda berdiri tepat depan pintu kelas XI Ips1. Ninda memerhatikan Zenia yang tengah berbicara dengan murid baru itu. Murid baru, ah maksudku Arkana. Arkana melihat ke arah Ninda, dia tersenyum seraya mengucapkan kalimat hai. Dan Ninda? Jelas dia sedang terbang sekarang.
"Ninda plis gue liatnya enek" Ujar Aletha sambil memalingkan wajahnya.
Kriing... Kriing...
"Nin gue duluan. Udah bel masuk" Ucap Aletha yang langsung meninggalkan Ninda lalu bergegas ke kelasnya.
Ninda yang baru sadar langsung mengejar Aletha yang berjalan sudah cukup jauh meninggalkan dirinya. Ninda berdecak sebal. Bersumpah serapah karena Aletha sudah meninggalkannya.
Sesampainya di kelas Aletha langsung duduk dan mengambil buku. Lalu di susul dengan Ninda yang duduk di sebelahnya dengan keringat dan nafas ngos-ngosan.
"Ah Aletha gue belum makan gue laper" Ucap Ninda yang sontak membuat Aletha jengah.
"Bodo amat lah urusan lo cih" Kesal Aletha dengan nada malasnya.
"Aletha sayang, Aku kan laper. Lo kan bawa bekel 2, satunya buat aku yayayaya? Kamu kan baik. Kamu kan sahabat terbaik aku. Yaa Aletha yaa pliss" Rayuan Ninda dengan nada yang di buat-buat yang pasti membuat jijik Aletha. Tapi tetap saja entah kenapa Aletha juga tidak ingin melihat sahabat nya ini kelaparan. Aletha kasihan.
"Ambil aja. Tapi, lo harus habisin sebelum pak Hendrik dateng" Ujar Aletha.
"Siap boss" Ucap Ninda dengan semangat 45 tak lupa juga Ninda memberikan hormat pada Aletha. Konyol memang.
Baru juga Ninda akan membuka kotak bekal itu, Pak Hendrik datang. Guru matematika super killer. Pelajaran yang berlangsung selama 3 jam harus di hadapi dengan perut kosong nya ninda. Bagaimana bisa?
"Hadeh.. " Tersirat keputus asaan ninda untuk tetap bersemangat.
Hai 👋 gimana awal ceritanya? Garing ya? Banyak typo ya? Maaf y maklumin ini cerita pertama hhe. Jangan lupa vote,komen dan share ke temen2 kalian yayaya hhe 😁 Jangan lupa juga follow Author Oke makaish:v

KAMU SEDANG MEMBACA
Tripel A
Teen Fiction" Tak ada kata sesal yang berarti. Karena aku tau kamu di ciptakan dalam hidupku hanya untuk mengajari bagaimana caranya bertahan atas luka-luka yang kau beri. Terima kasih, sekarang aku jauh lebih kuat " - Aletha Sheezan Tsabitsa. -ararhz 100120