2- Bingung

72 7 4
                                    

"Aletha"

"Apa?" Tanya Aletha tanpa menoleh pada Ayra.

"Arkana pengen masuk OSIS"

Pernyataan Ayra yang sontak membuat Aletha kaget. Bagaimana tidak, jelas-jelas Arkana baru saja masuk sekolah kemarin, lalu sekarang dia ingin masuk OSIS.

"Serius lo?"

"Yaampun Aletha, gue serius eh 1000 rius malah. Di sekolah dulunya juga katanya dia ikut OSIS loh"

"Ka ta nya bu kan nya ta nya" Ucap Aletha lalu meninggalkan Ayra.

Ayra menggeleng, tak habis pikir dengan sikap sahabat nya itu.
Pokonya arkana harus bisa masuk osis. Come on ohh Aletha. Gumam Ayra.

➖➖➖

Bel pulang terdengar 10 menit yang lalu. Aletha masih berkutik dengan ponsel nya. Tapi Aletha merasa ada seseorang yang menganggu pikirannya. Karena jengah, Aletha memutuskan untuk pergi ke Ruang Osis memyusul Ninda.

Aletha berjalan menyusuri koridor sekolah. Otak nya terus berfikir mempertimbangkan Arkana yang katanya ingin masuk OSIS. Sebenarnya Aletha malas sekali memikirkan hal yang seharus nya tidak usah di ambil pusing. Tapi mau bagaimana lagi, tanggung jawab semua anggota osis ada di Aletha. Iya, Aletha itu ketua OSIS.

Aletha menghentikan langkahnya tidak jauh dari Ruang Osis. Menyipitkan mata, melihat aktivitas yang ada di depannya.

Terlihat Ayra, Ninda, Arkana,dan Falendra. Mereka tengah berbincang di selingi tawa. Tampak Arkana yang terus membuat lelucon yang di lanjut gelak tawa. Manis.

Loh Arkana bukan cowo dingin? Tanya Aletha pada dirinya sendiri.

Aletha masih melihat aktivitas di depannya. Hingga salah satu dari mereka sadar keberadaan Aletha. Arkana melirik Aletha. Tanpa sadar Arkana tersenyum tipis. Tipis sekali.

"Hei Aletha! Sini!!" Panggil Arkana. Yang sontak membuat Aletha kaget.

Loh dia tau nama gue?

"Apa?" Tanya Aletha.

"Yaampun Tha, lo irit bicara banget sih. Gue gak ngajarin kek gitu ya" Ujar Ninda.

"Serah lo nin" balas Aletha malas.

Ayra tersenyum sumringah. Dia mendapatkan ide supaya Arkana bisa masuk OSIS. dan oh yeah.

"Nah, kebetulan Aletha dateng, gue sama Ninda ke kantin bentaran. Laper" Ucap Ayra menepuk-nepuk perutnya sambil tersenyum menderetkan giginya.

Tanpa ba-bi-bu, Ayra langsung menarik tangan Ninda. Yang membuat Ninda hampir saja tersungkur.

"Apaan dah lo Ay, narik-narik gue segala sampe hampir nyungseb malah untung gue kuat. Sejak kapan juga kalo lo laper pergi ke kantin? Biasanya juga lo kan bawa bekel. Aletha juga di... "

"Ah lo bawel banget si. Berenti nyerocosnya dong nin. Gue lagi punya rencana"

"Haela lo, anak tk udah main rencana-rencanaan. Btw emang rencana what?" Tanya Ninda dengan wajah serius.

Bwhahaha Tawa Ayra pecah. Ayra tertawa melihat muka Ninda yang so serius menurut nya. Lebih tepatnya Ninda tidak ada pantas-pantasnya memasang muka serius.

"Apaan coba ay?!!"

"Kepo wlee" ucap Ayra lalu menjulurkan lidahnya pada ninda. Dan, Ayra langsung berlari meninggalkan Ninda.

Awas aja lo ayra. Gerutu Ninda lalu berlari mengejar Ayra.

Di sisi lain...

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 12, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Tripel ATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang