"yeota kau disuruh pulang ke rumah oleh ayah" ucapnya
"ada masalah apa? Aku tidak mengganggu kalian" ucapku sambil menatap kedepan dengan wajah datar
"yeota, tatap aku"
"......."
"yeota, tatap aku jika sedang berbicara!"
"tidak, aku yg rendah ini tidak pantas menatapmu"
"yeota!" Luke langsung menarik rahangku untuk memaksaku menatapnya
"yeota, tatap aku" ucap Luke tapi tetap aku menatap kearah lain
"yeota, tatap aku sebelum aku berbuat kasar padamu" ucap Luke menekan rahangku
Aku mengerang kesakitan tapi Luke semakin menekan rahangku
Aku menutup mataku Dan semakin Luke menekan rahangku sangat kuat
"ekhhh"
"tatap aku yeota" ucap Luke semakin menekan lebih kuat lagi
Air mataku menetes
"yeota perlukah aku mengingatkan mu lagi?"
Aku menggelengkan kepala Tubuhku melemas Kepalaku pusing Aku belum memakan apapun sejak kemarin karena tidak ada uang
Aku mencoba untuk melepaskan tangan Luke dari rahangku tetap tenagaku lemah dibandingkan tenaganya
"akhh, kakak kumohon" aku menatap mata Luke tapi tetap saja ia menekan rahangku sekuat mungkin
"AKHHHH KAKAK SAKIT"ucapku sambil menarik tangan Luke
"kakak lepaskan sakit" tetap aku nemohon. Rasanya rahangku seperti ingin patah
"akhh kakak kumohon" Sumpah rahangku sakit
"Hei Luke, hentikan" ucap harold Luke langsung melepasku
Aku terjatuh dipelukan Luke. Luke langsung menggendongku "hei, mau kau bawa kemana dia?" Tanya harold
"tidak ada urusannya denganmu"
"tapi dia kan adikku, urusannya berarti urusan ku juga"
"kau......" Luke mengeram
"apa? aku kenapa? Berikan yeota padaku"
"aku akan membawa yeota ke apartemenku, ayah memanggilnya jadi dia tidak ingin datang. Ayah tidak tahu dimana apartemenku dengan begitu dia aman." Luke menggendongku keluar sekolah menuju mobilnya
"he-hei aku ikut. Aku takut kau berbuat sesuatu pada yeota lagi" Ucap harold sambil menyusul Luke
"tidak akan" luke mempercepat jalan kakinya
Aku terlelap di pelukan Luke
Aku terbangun lagi karena mimpi buruk yg menghantuiku. Aku harus tidur dengan obat tidur jika tidak aku akan bangun terus. Ini dimana? Ahh, apartemen kakak Luke
"kakak?" aku beranjak dari kasur Aku mencari kakak Luke di balkon, kamar mandi, dapur, sofa, tidak ada dimana pun kecuali diruangan itu tapi terkunci beruntung sekali tidak ada orang itu Sudahlah lebih baik aku tidur lagi
Ceklekk
"yeota" kak Luke keluar dari ruangan itu Aku tersentak Rasa takut mulai mengeraungiku
"kau sudah bangun? Kemari!" ucap kak Luke Aku berbalik badan tiba-tiba kak Luke menangkup wajahku dengan kedua tangannya Kak luke menatapku dalam Aku takut...
Cupp
Kak luke mengecup bibirku Air mataku mulai mengalir Aku takut sekali sekarang Aku mulai memberontak
"kakak, apa yang akan kau lakukan?" tanyaku
"ssssst kau akan tau apa yang akan kulakukan"
"hikss tidak kakak jangan"
"ya, aku akan membuatmu mengingatnya lagi sebagai hukumanmu" ucap kak luke yang mulai menciumi leherku
"ssshhh diam dan nikmati saja" Ucap kak luke yg langsung menggendongku dan melemparku ke ranjang
Kak Luke mulai membuka kemeja sekolahku Kak luke mulai mengigiti leherku menghisap leherku dan dada Aku mencoba memberontak sekuat tenaga dengan mendorong kak luke Tidak ada gunanya tubuh dan tenaga kakak 5 kali lipat lebih besar dari tubuhku
"kakak kumohon" aku menangis sambil memohon kepada kak luke yg sedang melucuti bajuku yang tersisa sekarang adalah bra dan rok sekolah ku
Kakak yang melihatku seperti ini semakin bergairah Sialnya aku...
"sial...Kau cantik sekali" erang kak luke yang melihat rambutku acak-acakan, air mataku mengalir, bajuku sudah lepas dan tersisa bra ku dengan rok sekolah yang masih tetap ditempatnya
Kak luke mengunci tanganku keatas kepalaku Ia membuka bra ku Menciumi daerah payudaraku Hingga akhirnya memainkan puncak payudaraku
Aku mengigit bibirku untuk menahan desahan Aku berusaha melepaskan kedua tanganku Bagaimanapun juga tidak ada yang bisa di ubah Kakak terlalu kuat hanya dengan satu tangan sudah cukup sekali menahan kedua tanganku agar tidak memberontak Akhirnya aku tetap dirusak untuk kedua kalinya oleh kakak