^Hukuman^

51 10 3
                                        

Happy Reading ^^

Pukul 06:55

Terlihat seseorang yang datang dengan seragam sekolahnya yang masih putih abu abu dengan tergesa gesa, dengan atribut yang lengkap. Dengan bawaan buku yang dipegang nya, tak lupa dengan name tag yang bertuliskan "Alnera Nrs"

Dia melihat jam yang dipakai dipergelangan tangannya , dan telihat sangat gugup "Aduh mampus gue, gue telat 10 menit.. " - batin Nera.

" Demi bumi menjadi kurus apa pun gue laluin , Pak Maryo!! Please buka dong! "ujar Nera sambil merengkek ke Pak Maryo. Satpam SMA Bina Raga.

" Neng gelis, Neng gelis udah telat bangget liat sekarang teh udah pukul 06:55, Neng Nera teh udh telat 10 menit atuh neng. "Ucap pak Maryo sambil menunjukan jam dipergelangan tangannya.

" Ealah pak..., cuma 10 menit doang, Tolong dong pak bukain kali ini aja pak besok besok ngga telat lg ko.. "Merajuk kepada pak Maryo

"Engga neng peraturan tetep peraturan neng "

" Pak tolong dong pak say....."Saat melanjutkan bicara kepada pak Maryo tiba tiba ada yang memotong pembicaraan.

"Kalo mau masuk jangan ngrayu ngrayu pak Maryo, kalo istrinya tau lo ngrayu ngrayu habis lo"Ucap laki laki yang bersebelahan dengan nya.

"Eh lo, lo juga telat kali sok sok kan nasehatin orang "Ucap Nera dengan muka kesal kepada laki laki didepannya.

" Eh lo biasa aja kali ngomongnya, kya emak emak ngomongnya .. "ucap Cowo itu.

" Lo ngataiin gue emak emak, kalo gue emak emak, nah lo aki aki yang udah keroposen tulangnya... "Nera berdecak kesal karna dari tadi  cowo didepannya selalu mengjaknya untuk ribut.

"Sudah Sudah pak Maryo pusing ngliatin kalian berantem mulu" tegas pak Maryo tiba-tiba ada seseorang yang memanggil nama pak Maryo

"Pak Maryo pak Maryo dipanggil sama bu rika diruang guru pak udah ditunggu segara ... "Ucap salah satu seorang siswa.Kemudian pak Maryo bergegas meninggal mereka dan menuju keruang guru.

" Nah ini saatnya.... "- Batin Nera. Tiba tiba Nera mengangkat satu kaki kearah gerbang sekolahnya dan mulai naik.

" Eeeh lo ngapain.."Tanya Seorang cowo yang tadi mengajaknya untuk ribut, dia adalah Arvin.

"Bukan urusan lo juga... "

" lo cewe mana bisa naik ke gerbang itu, " tiba tiba saja Arvin menjongkok " cepet naik ke atas pundak gue, gue bantuin buat naik tapi setelah lo udh disitu lo bukan gerbangnya buat ke gue.

"So what nggak nggak ntar lo liat celana dalem gue dongg... "

"Ehh emak emak niat gue baik buat bantuin lo siapa juga yang mau liat celana dalem lo , cepet sebelum pak Maryo balik " Ucap Arvin.

"Oke awas aja kalo lo mau maanfatin gue doang, lo ngga bakal kena ampun dari gue"  Nera langsung naik ke atas pundak milik Arvin" Berat juga ni cewe"-Batin Arvin Dengan mengangkat pundaknya.

Nera sudah meraih tiang gerbang dan langsung melompat ke bawah dann..


Brugg....

"Akhirnya gue bisa masuk juga .. "Dengan tersenyum senang dan perasaan gembira akhirnya bisa masuk kesekolah nya.

" Eh lo bukain pintu gerbang ini buat gue jangan mau lari aja lo ... "Nera langsung menghentikan langkahnya dan langsung mendonggak kebelakang dengan cengengesan menderetkan
giginya.

" Eh buset lupa sama aki aki sorry ... "Sambil tertawa kecil

"  Cepet bukain... "

" Thanks, ngomong-ngomong nama lo siapa "tanya Arvin

" Lo bisa baca nggak name tag yang gue pake udah ngerti kan... "ujar Nera dengan muka sinis kepada Arvin

"Nama gue Arvin Putra Mahesa kelas 12 Ips 1 gue pindahan pas kenaikan kls 11" sambil menjulurkan tangannya.

"Pantes aja nggak pernah liat "Batin Nera

"Gue Alnera Nareswari panggil  aja Nera kelas 12 Ips 2.."Sembari menggulurkan tangganya dan berjabat dengan Arvin.

"Berarti kita sebelahan dong kelasnya... "

‌"iyq, gue ke kelas duluan" Setelah Nera akan berjalan tiba tiba ada seorang guru yang memanggil mereka.


"Kalian berdua, udah tau telat mau lari, sini ibu akan menghukum kalian berdua... "Dengan suara meninggi

" Mampus gue "Batin Arvin

🦄🦄🦄

Arvin tengah membersihkan toilet sekolah,Bagaimana ini bisa terjadi pada dirinya padahal baru pertama kali seorang Arvin terlambat sekolah dengan seorang perempuan yang sedang mengepel nya. Dengan terpaksa dia harus mendapat kan hukuman ini kalo tidak Ancaman nya adalah "Panggilan orang tua"

"Frustrasi gue kalo gini terus "ucap Nera dengan kesal

" Udah cepet bersihin, lo mau ditambah hukumnya "Ucap Arvin

" Nggak lahh, gini aja udah berat buat gue, gara gara lo, coba  tadi lo ngga ngajak bicara gue, gue udah kekelas buat ngikut pelajran "Dengan tatapan sinis Nera

" Lo manis kalo lagi marah... "

" Apa an sih loh..., ngga usah liatin gue gitu amat "Nera berdecak kesal dan langsung meninggalkan Arvin ditoilet sendirian. Terlihat pipi Nera yang sudah seperti kepiting rebus.

" Demi Apa pun gue harus dapetin mata hitam lekat itu"-Batin Arvin.




Happy Reading :)
Jangan lupa Vote And komen ya:)


Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 15, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

A FEELING Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang