Butterfly (Another Universe)

891 44 19
                                        

Will you stay by my side
Will you promise me
If I let go of your hand, you'll fly away and break
I'm scared scared scared of that

******

"Hyung"

Lelaki bersurai coklat, dengan perawakan yang sedikit mirip dengan kelinci menghampiri pemuda yang sedang duduk di depan piano. Pemuda bermata sipit tersebut diam, tidak bersuara sedikitpun. Ia hanya mengusak rambut coklat lelaki itu dengan lembut. Lelaki kelinci yang disebut sebagai Jungkook itu tersenyum kecil.

"Aku suka elusanmu, Hyung"

Jungkook duduk di samping pemuda itu. Menatap jari tangan kanan pemuda sipit itu yang masih tergeletak indah diatas tuts piano.

"Sedang bermain piano ya, Hyung?"

"Apa menurutmu aku sedang bergembala?"

Jungkook tertawa kecil, menampakkan sederetan gigi kelinci yang imut. Lelaki Pianis itu, hanya tersenyum sumringah.

"Yoongi Hyung, aku suka saat kau tersenyum"

Jungkook menatap dalam senyuman Yoongi, kemudian memperhatikan lamat lamat seluruh eksitensi Yoongi. Mata sipit, kulit pucat, rambut yang kelihatan halus, tangan besar yang berurat. Segala hal tentang Yoongi sudah menjadi candu baginya.

Yoongi terdiam, lalu menghela nafas berat. Menatap balik ke arah mata doe Jungkook.

"Seleramu aneh, Koo"

******

Plak!!

"H-hyung?"

"KKA! Jangan menyentuhku!"

Jungkook menyentuh tangannya yang baru saja dihempaskan Yoongi. Sakit. Namun lebih sakit lagi sesuatu yang berada di dalam dadanya.

Yoongi berlari ke seberang jalan, membiarkan Jungkook yang masih membatu di tengah jalan, tanpa sadar bahwa sebuah kendaraan melaju dari sebelah kiri.

Tiiiiiiiiiin!

Brak!
.
.
.
.
.

Gelap.

Hampa.

Bau anyir darah menyebar secara deras.

"Hyung..."

******

Yoongi berdiri tepat di depan pintu ruangan berbau obat-obatan itu. Memejamkan mata sembari mengenang memori-memori yang baru saja terjadi. Dengan tangan yang gemetar, masih berpikir apakah ia harus menemui 'dia'.

"Yoongi yah!"

Yoongi menoleh cepat ke sumber suara. Seseorang dengan bibir tebal dan wajah tampan menawan berjalan ke arahnya.

"Bagaimana keadaan Jungkook?"

"Aku tidak tau, hyung"

Yoongi menggeleng lemah, menatap lantai. Ada tatapan sendu yang amat mendalam. Penyesalan yang tak dapat dibendung.

Jin menepuk pundak Yoongi dengan lembut. Tersenyum simpul sembari menyemangati Yoongi.

"Ayo kita masuk bersama, okay?"

Yoongi diam mematung. Memikirkan akankah ia menetap disini atau pergi menemui pujaan hati. Ya. Pujaan hati. Ia hanya tidak pernah mengakui bahwa ia juga menyukai lelaki kelinci tersebut. Hey, siapa yang tidak suka dengan lelaki imut seperti itu?

Seokjin tersenyum, kemudian menarik lengan pria pucat yang berdiri disebelahnya itu.

"Sudahlah, tidak usah banyak berpikir.. Temui saja"

*******

Jungkook terduduk di atas kasur sembari menyenderkan punggungnya di bantalan empuk yang ada dibelakangnya. Masih dengan piyama hijau rumah sakit, tentunya. Mata doe-nya menatap ke arah jendela. Mengamati langit yang cerah dengan burung-burung berterbangan menjadi penghias di langit biru itu.

Cklek..

Seseorang memutar knop pintu. Dengan pelan, Seokjin memasuki ruangan, tak lupa menarik Yoongi untuk ikut serta.

Jungkook menoleh, atensi nya beralih dari Jendela rumah sakit menuju kedua pria yang baru saja menginjakkan kaki di dalam ruangan yang ia huni.

"Jungkook..."

Yoongi membuka mulut. Berjalan pelan menghampiri Jungkook. Berniat untuk mengucapkan 4 huruf penuh arti.

"M-ma.."

"Nugu ya? "

Deg.

Tak dapat terbendung. Kedua mata sipit itu mulai membiarkan buliran-buliran bening turun dengan leluasa. Menangis. Yoongi menangis di depan orang lain untuk pertama kali.

Terlambat. Bahkan hanya untuk mengatakan maaf pun percuma. Saat ini yang ia rasakan hanya sakit. Jadi ini yang dirasakan Jungkook saat ia mendorongnya? Menolaknya untuk mendekat? Semua sakit itu, Jungkook sangat kuat menahannya dan tetap berusaha.

Ya. Sangat kuat.

Tapi Jungkook yang ada di depannya saat ini.

Bukan Jungkook yang ia kenal.

"Maaf, kalian berdua siapa ya?"

Apakah terlambat untuk mengakui semua kesalahannya dan memperbaikinya saat ini?

Disaat..

Jungkook yang ia kenal tak lagi mengingatnya. Tak lagi mengenalnya.

Jungkook amnesia.


Tbc?

--------------------------------------------------------------

Yes or No?

End aja ya?

Kembali lagi dengan FF abal abalku ini TwT
Gak nyangka bakal ada yg read dan ngevote sih uwu
Makasih buat semuanya yang udah meluangkan waktu buat read FF yg masih berantakan ini, aku usahain buat pertahanin FF pairing YoonKook yang.. Bisa dibilang langka ini..

See you at next chapter <3

SugaKookie DrabblesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang