MAIN LEAD!
Seo Johnny
Mark Lee
Kisahnya dimulai bukan semenjak mereka memilih untuk berkencan, tapi karna keputusan dari mereka untuk menikah. Masalah rumah tangga yang berkepanjangan dan apakah bisa keduanya mempertahankan rumah tangga mereka bers...
Bagi yang udah baca, silahkan dibaca ulang. Ada perubahan cerita..
Hari berjalan dengan teratur, tidak akan lama lagi, dalam hitungan hari saja 2019 akan berakhir. Hari ini, kabar baik datang dari Jaehyun dan Haechan.
Dan perlu kalian tau, disaat rumah tangga Yuta sudah terpecah belah, dan disaat bulan lalu Jungwoo menggugat cerai, hal itu juga yang hampir di alami oleh Jaehyun dan Haechan. Bagaimana tidak? Sudah lama Jaehyun menginginkan anak namun nyatanya yang dikandung oleh Haechan bukan anaknya melainkan anak Johnny.
Hal itu juga cukup menjadi pukulan keras untuk Mark, ia merasa belakangan ini Mark kurang memberi suaminya perhatian sampai sampai suaminya menghamili istri orang. Namu, walaupun sakit, Mark tidak mau menyalahkan siapapun, toh Johnny tidak berubah. Cintanya dengan Mark masih mengembara walaupun diterpa berbagai masalah.
Hari ini, karna bosan Mark memilih menghampiri Doyoung di kamarnya dan melihat bahwa Doyoung tengah menimang nimang putrinya itu. Mark duduk di sebelah Doyoung dan ikut memandang putri Doyoung itu dengan bahagia.
"Hyung. Hana sangat mirip denganmu, sungguh"
"Jelas saja Mark, aku kan ibunya. Wajar saja jika Hana mirip denganku"
Mark tersenyum, tidak lama setelah itu matanya tergerak untuk melihat bingkai foto kecil yang terpajang di atas meja samping kasur Doyoung sembari melihat Hana.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hyung. Kalo boleh jujur. Wajah Hana terlihat tidak ada miripnya dengan Taeil hyung"
"Maksudmu?"
"Hana terlihat lebih mirip dengan Jaehyun hyung daripada Taeil hyung"
"Bicara apa kau Mark?"
"Apa ada yang kau sembunyikan dariku?"
"Sembunyikan apa?"
"Wajahmu mulai kaku, suaramu bergetar, dan aku melihat kau memang menyembunyikan sesuatu"
"Tidak ada yang kusembunyikan Mark"
Mendengar penturan Doyoung itu, Mark berdiri dan menutup pintu lalu kembali duduk di sebelah Doyoung sembari memegang kedua tangannya.
"Katakan hyung. Aku yakin ada yang kau sembunyikan"
"Taruhkan Hana di box nya dulu, bisa?"
"Oke"
Mark menaruhnya Hana di box nya dan duduk berhadapan dengan Doyoung sambil mengenggam kedua tangannya, lagi
"Ceritalah"
"Aku bukan hamil anak Taeil hyung"
"W-what?"
"Hana bukan anak Taeil hyung"
"Jadi? Siapa ayah Hana?"
"Seperti yang kau bilang tadi. Bahwa Hana lebih mirip dengan-"
"Jaehyun hyung?"
"Iya"
"Astaga hyung. Kenapa bisa terjadi? Jaehyun hyung mabuk lagi"
"Tidak. Posisi kami berdua waktu itu sama sama sadar, kami tidak mabuk"
"Kenapa kau melakukan itu hyung?"
"Taeil hyung tidak mau aku hamil dan memiliki anak dengannya. Dan waktu itu Jaehyun dan Haechan juga sedang bertengkar, dan terpikir di benak kami untuk membuat anak kami berdua"
"Hyung.. Bagaimana jika sampai Taeil hyung tau"
"Taeil memang sudah tau. Dia tidak bisa marah karna aku yang menjadi dinding pertahanan untuk Jaehyun"
"Kalian kenapa? Lalu jika begini bagaimana? Haechan juga sedang mengandung hyung"
"Aku tau itu. Oleh karna itu aku menyesal"
"Astaga.. Kenapa begini rumah tangga kalian"
Doyoung menunduk dan air matanya jatuh tanpa kendalinya. Ia kembali melihat Mark, membuat yang dilihat mulai berkaca kaca tidak tega
"Taeil hyung membuat kesepakatan deal yang tidak boleh kutolak sebelum menikah kemarin"
"Apa kesepakatan nya?"
"Setelah Hana lahir, Taeil hyung akan menggugat cerai"
"Mwo? C-cerai?"
Doyoung mengangguk dan membuat Mark menyisir rambutnya kasar.
"Sekarang dia keluar bukan karna dia ingin se SM. Tapi karna ia ingin mengurus perceraian ini dengan manager Kim"
"Kenapa jadi begini? Sudah lama kalian menjalani hubungan, dan kenapa saat berumah tangga menjadi sangat singkat"
"Jujur. Aku iri denganmu Mark. Walaupun ada masalah. Kalian tidak bisa terpecah belah. Kalian tidak akan mengucap kata cerai jika ada masalah"
"Lalu bagaimana denganmu dan Hana?"
"Entahlah Mark. Aku juga bingung"
Setelah ucapan Doyoung itu. Jaehyun masuk dan membuat keduanya sontak menoleh kearahnya.
"Doyoung hyung. Taeil hyung tidak jadi menggugat cerai padamu"
"A-apa?"
"Dia melupakan segalanya dan memilih tetap menjalani semuanya dengan baik bersamamu. Temui dia di luar"
Senyum perlahan terpancar di wajah Doyoung dan ia langsung berlari keluar menghampiri Taeil. Jaehyun tersenyum kearah Mark dan sesekali melihat Hana yang tertidur dengan pulasnya itu.
"Hyung. Ini anakmu. Kau tidak ingin menimangnya?"
"Hana sudah menjadi anak Taeil hyung. Aku akan menimang anakku dan istriku saja, itu bukan anakku, walaupun secara logis aku memang ayahnya"
Mark hanya tersenyum dan mengangguk paham.
"Johnny juga menunggumu di luar Mark. Datanglah padanya"
"Baiklah. Kau duluan saja"
"Oke"
Jaehyun pergi dan Mark memilih menggendong Hana, ia tidak ingin Hana sendiri tanpa ada yang menjaganya. Saat di luar, melihat Mark menggendong Hana membuat Doyoung merasa bersalah meninggalkan bayinya dan mengambil Hana dari gendongan Mark.
Mark memberikannya pada Doyoung dan duduk di sebelah Johnny sambil mengelus perutnya.
"Beberapa bulan lagi bayi kedua kita lahir Mark"
"Iya"
"Apa kau memiliki harapan untuk bayi kita?"
"Iya tentu ada"
"Apa itu harapannya?"
'Lahirlah dengan selamat, sayang. Daddy dan mommy menanti kedatanganmu, maafkan daddy dan mommy jika kau terlahir dengan memiliki kekurangan'
Next? Banyakin commentnya dulu.. Maaf kalau kalian menunggu lama.. Dan maaf juga singkat dan terjadi perubahan alur ceritanya.. Semoga suka yaa.. Budidayakan vote sama comment yaa..