Pria itu menatap haru pada apa yang ada dihadapannya, ia meraba box bayi yang ditiduri oleh kedua buah hatinya.
'Mereka anak-anakmu,' perkataan Krystal masih diingatnya. Perkataan yang terucap saat pertamakali ia berpijak di kamar kedua bayi itu. Di kediaman Jiwon.
“Apa benar kalian anak-anakku?” Ujarnya dengan lirih.
Jujur dirinya tidak mengingat apa-apa yang berbuhungan dengan semua ini, tapi... Apa mungkin jika darah yang berada dibagian pahanya tempo dulu ketika ia bangun tidur milik wanita itu?
Dirinya ingat malamnya ia mabuk berat karena pertengkarannya dengan sang kekasih, tapi apa mungkin ia melampiaskannya pada wanita lain? Wanita yang sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan masalahnya itu.
Jika benar, ia sangat merasa bersalah.
###
“Mereka masih tertidur?” Suho menoleh ke pintu kamar di mana sosok Krystal yang tengah berdiri.
“Ya... Mereka tidur dengan sangat nyenyak,” jawabnya seraya mengelus kepala bayi perempuannya. “Dia sangat cantik,”
Krystal menghampiri Suho. “Hmm... Mereka berdua sangat mirip kalian,” timpalnya.
“Siapa nama mereka?” Tanya Suho kemudian.
“Aku tidak tau, Jiwon tidak mengatakan apapun perihal nama kedua anaknya. Karena seperti yang kamu tahu, dia...” Krystal tidak mampu melanjutkan perkataannya, dadanya kembali sesak jika harus mengingat sang sahabat yang terbaring tak berdaya saat ini.
“Ya aku tau, sudahlah kamu tidak perlu menjelaskannya.” Krystal mengangguk mengerti. “Hmm... Apa boleh aku memberi mereka nama?”
“Tentu, mereka juga anakmu,”
“Apa benar? Bagaimana jika Jiwon marah?”
“Serahkan saja padaku, biar aku yang mengurusnya nanti.” Seketika senyuman merekah di bibir Suho.
“Terima kasih... Terima kasih juga untuk semuanya,” Krystal mengangguk, lalu membalas senyuman Suho.
###
“Euna kenapa, Krys?” Krystal menggeleng, ia masih terus menenangkan bayi mungil yang terus menangis digendongannya—Kim Euna, anak dari sahabatnya.
“Euna? Siapa itu?” Tanya Chanyeol yang baru datang.
“Nama putriku. Siapa lagi?” Jawab Suho. “Sini... Biar aku saja yang menggendongnya, bukankah kamu harus ke rumah sakit untuk menjaga Jiwon.” Krystal menghampiri Suho, lalu menyerahkan Euna yang masih menangis dalam gendongannya kepada pria itu. Dan Suho pun langsung menenangkan putrinya, menimangnya dengan penuh kasih sayang.
“Jika begitu aku pergi dulu ya... Ingat! Jaga mereka dengan baik,” pesannya sebelum pergi yang langsung diangguki oleh keduanya.
“Jadi kau sudah memberi mereka nama?” Tanya Chanyeol kemudian.
“Hmm... Begitulah,”
“Ohhh... Kalian sangat jahat, kenapa tidak memberitahuku sebelumnya?” Suho terkekeh karena melihat gelagat Chanyeol yang jarang diperlihatkannya. Merajuk seperti anak kecil.
“Maaf Chan, dan lagi baru tadi siang kami memberinya nama,”
“Yasudahlah... Jadi, siapa nama putramu?”
“Eunjae... Namanya Kim Eunjae,” jawabnya dengan penuh bangga.
“Nama yang bagus,” tanggap Chanyeol seraya menatap putra sahabatnya yang tertidur pulas di boxnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Deceive the hearts
FanfictionMenjadi seorang ibu, wanita mana sih yang tidak menginginkannya? tak terkecuali bagi seorang Kim Jiwon, tapi bukan dengan cara seperti ini lah yang dia inginkan. Menjadi orang tua tunggal bagi anak-anaknya...
