-2-

13 1 2
                                        

Now playing : Yura Yunita - Berawal dari Tatap

***

"Berani berbuat,
Berani bertanggung jawab"

Bukan berani baperin terus abis itu ninggalin lalu kembali lagi saat sudah hampir dilupakan.
- Dekaron

***

Udah vote ?
Yuk meluncurrr~

Happy reading ❣

***

"Semoga betah ya, Agatha."

Agatha tersenyum dan mencium punggung tangan Bu Indah, guru tata usaha sekolah barunya, "Makasih, bu. Saya permisi dulu."

"Iya, silahkan," jawab Bu Indah.

Agatha lalu keluar dari ruangan TU. Ia tersenyum saat melihat Dirga, teman semasa kecilnya di Indonesia dulu yang ternyata masih menunggunya.

Ia tidak sengaja bertemu Dirga saat mencari ruang guru tadi. Dan sangat terkejut saat ternyata cowok itu masih mengenalinya.

"Masih di sini? Padahal aku gak pa-pa sendiri, Dir."

Dirga tersenyum hangat, "Gak pa-pa. Lagipula, istirahat aku masih lama. Pak Dedi masih ke bank dulu. Ayo aku antar ke ruang ganti terus ke kelas kamu."

"Makasih. Maaf aku ngerepotin banget," ucap Agatha tak enak.

"Santai aja kali, Tha. Teman lama juga. Dulu pas masih pake popok juga kita bareng terus."

Mereka mulai berjalan menuju toilet perempuan lantai 1. Agatha terkekeh, "Kamu bener. Tapi aku masih penasaran darimana kamu tahu aku Agatha teman kecil kamu?"

"Aku bisa meramal."

Agatha membulatkan matanya, "Beneran? Kamu bisa meramal, Dir?"

Melihat wajah polos Agatha yang begitu percaya akan ucapannya membuat tawa cowok itu meledak, "Ya nggak lah, Tha. Percaya aja sih kamu."

Gadis cantik itu mengerjap lalu menggembungkan pipinya, "Jadi kamu bohong?" tanyanya.

"Hmmm.. Bercanda, Tha. Orang tua kamu yang kasih tau orang tua aku kamu mau pindah ke Indonesia lagi. Memang mereka gak kasih tau kamu?"

Agatha menggeleng, "Oh, aku nyampe rumah langsung rebahan sih. Bangun jam 9 malam terus marathon drama Korea dan mama papa pasti udah tidur."

Mereka berbelok lalu berhenti. Agatha memasuki toilet sementara Dirga pamit ada urusan sebentar dan bilang akan menjemputnya lagi nanti.

Bola mata Agatha hampir keluar dari tempatnya saat melihat seorang siswa sedang toples di depan cermin, matanya melirik tanda di pintu dan benar bahwa ini toilet perempuan.

Cowok itu berbalik, ia mengernyit lalu mendekat dan membungkam bibir Agatha saat gadis itu hendak berteriak.

"Jangan teriak kalau masih mau tenang," ancamnya dengan suara serak.

Dengan ragu Agatha mengangguk. Kakinya sudah lemas seperti mie. Cowok itu kemudian mundur dan lepaskan rangkulannya di pinggang Agatha dan bungkamannya.

Ilunga (Sebelumnya Ares)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang