Kebodohan terbesarku adalah aku menunggu dia yang jelas jelas melewatiku. Waktu yang kuhabiskan hanya untuk dia sia siakan.
Namun hal itu menjadi kekuatan terbesarku pula. Aku sudah terbiasa bersahabat dengan rasa sakit. Jadi, katika aku menggalaminya sekali lagi, rasanya tidak sesakit dulu.
.
.
.
.
#Why
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebaris Kata
Ficção AdolescenteTentang hati yang tersakiti dan dia yang tak peka
