Pesta sudah berlalu 2 jam yang lalu, malam sudah terlalu larut untuk mengistirahat kan tubuh yang lelah pukul sudah menunjukan jam 11 malam sepasang suami istri itu akhirnya meninggal gedung resepsi, menuju rumah mereka.
Dalam perjalanan tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut mereka semua fokus pada pemikiran masing masing.
*Gk mau ngomongin masa depan apa?? Wkwkwkwk
20 menit perjalanan dari gedung menuju rumah mereka mobil yang mereka tumpangi berhenti di depan pagar putih tinggi, yang dimana di dalam sana terdapat rumah klasik yang sangat besar dan megah untuk di huni oleh dua orang saja.
*kira kira biar gk di huni berdua banyak banyak bikin anak aja vel, biar rame terus. Kalau gk bikin pasar senin biar ada teman.. Hahahahahh
😆😆😆Setelah satpam membuka pagar Alvino membawa masuk mobil nya dan memarkirnya di halaman rumah.
Pria itu berjalan menuju pintu penumpang
Dengan gagah nya Alvino Jensen membuka pintu mobil nya dan meraih tangan wanita yang beberapa jam lalu telah sah menjadi istri nya.Tanpa penolakan velin menyambut tangan suami nya dan menuntun nya keluar dari mobil
Untuk masuk ke rumah baru mereka.Suami nya sengaja menghadiahkan rumah baru bagi nya sebagai hadiah pernikahan mereka
*Orang kaya bebas bro.....
"Welcome to in the home my wife " ucap nya membuka pintu rumah megah itu
Velina terlihat kagum melihat kemewahan rumah ini di depan tadi dia bisa dengan jelas melihat tulisan besar JENSEN FAMILY bagi siapa pun yang melewati rumah ini pasti sudah tau siapa pemiliknya ya siapa lagi kalau bukan Alviano Jensen.
" ART cuma datang pagi hari, kalau malam mereka pulang ? Maksudnya biar kita enak. Berduan nya" ucap vino memecahkan lamunan istri nya yang menatap ruang tengah rumah mereka
Velina nampak nya kaget mendengarkan perkataan suami nya.
syukur deh kalau masih ada ART gk cape juga kan velina ngurus rumah segede ini sendiri an.
"Oowhhhh.. aku terserah kamu aja" jawab velina asal setelah itu dia menduduki pantatnya di sofa empuk di hadapan nya dan menyenderkan kepalanya
Sedangkan Alvino bergegas menuju kamar nya di lantai atas meninggalkan velina di ruang tengah sendirian
5 menit berlalu dengan ketenangan yang sedang velina nikmati dan menghirup aroma melati ke sukaan nya di ruangan ini, seperti nya Alvino masih mengingat aroma kesukaan nya sampai sampai rumah baru mereka aja aroma melati.
*cie jadi sayang suami nih vel. ???
"Velinaaaaa, tolong ambilkan koper di kamar tamu, bawakan ke kamar " teriak alvino dari atas lantas membuat kaget wanita yang berstatus istri nya itu.
"Gak usah teriak teriak gitu juga, telinga saya masih berfungsi dengan baik kok. Iya iya tunggu aja. " velina bangkit dari duduk nya menuju kamar tamu untuk mengambil koper suami nya
(Alvino Jensen pov)
Ternyata menjadi pengantin itu tidak lah enak seharian harus berdiri kaya patung. Untung aja tamu nya dikit. Coba kalau rekan bisnis gue hadir semua mampus nih kaki besok nya lumpuh gara gara kelamaan berdiri.
Sebenarnya menikah dengan Velina bukan pilihan yang baik,
Kenapa gue bilang bukan pilihan yang baik.?
Karena.... Dulu gue pernah ngecewain dia.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Dream
Roman d'amourMengambil sebuah keputusan besar. Memang akan beresiko besar pula, hanya saja kita harus selalu bersyukur masih di berikan kesempatan untuk memilihnya.