Hyira sekarang sedang menunggu jemputan dari jaehyun yeah tadi niatnya mau ikut pulang bareng wonyoung tapi tiba-tiba jaehyun mengechat nya dan suruh pulang bersama berakhir lah dirinya sedang menunggu di halte dekat sekolah.
Hyira lumayan kesal kenapa oppanya lama sekali menjemputnya?ini sudah 20 menitan tapi oppanya belum datang juga sudah di chat ataupun di telepon hasilnya nihil nggak dibalas dan nggak di angkat.
"Aish kemana sih oppa?ini udah lama huft"hyira menatap ponselnya yang sudah menunjukan pukul 15:18 namun oppanya masih belum menjemputmu.
Line
Jaehyun oppa🐨
Oppa aku pulang duluan saja. 15.20
Setelah mengechat oppanya hyira langsung naik bus yang kebetulan datang saat hyira akan pergi.
Didalam mobil hyira mendengarkan musik menggunakan earphone nya dan memandangi kejendela samping bus sampai tidak sengaja ia melihat—seperti oppanya sedang berdua dengan Naeun?
"Apa itu oppa dengan naeun?"gumam Hyira masih memandangi kearah mereka
"Heol itu benar jaehyun oppa dengan naeun"gumam hyira dia mengingat jelas pakaian yang jaehyun pakai
Hyira tidak menyangka kenapa sekarang oppa-nya melupakannya?jelas hyira lihat oppanya sedang bercanda dengan naeun di salah satu toko swalayan.
Hyira menundukkan kepalanya entah kenapa tiba-tiba cairan bening itu turun dari pipi hyira sangat dipastikan hyira begitu kecewa kepada oppa-nya .
💚
"Kau membutuhkan apa lagi Naeun?"tanya jaehyun
"Eum sudah jae terimakasih sudah menemani ku"ujar naeun
Jaehyun dan Naeun ada di salah satu toko swalayan sebenarnya jaehyun hanya mengantar Naeun pikirnya kasian juga soalnya naeun tidak membawa ke kendaraan jadi yeah dia antarkan tapi jaehyun lupa bahwa dia sudah memiliki janji dengan adiknya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Naeun tersenyum hangat jaehyun yang melihat itu terkekeh gemas dan mengacak-acak rambut Naeun membuat semburat merah merona diwajah Naeun.
Kemudian jaehyun melihat kearah ponselnya dan melihat notifikasi dari adiknya—astaga ia sampai lupa mempunyai janji.