Hari minggu lebih tepatnya jam 19.00 aku melaju dengan motor kesayanganku menuju rumahnya, perjalananku sedikit terganggu karena hujan yang mulai mengguyuri dan aroma khas tanah basah mulai tercium, apakah langit hari ini cemburu denganku? "Gumamku dalam hati".
Namun itu tak menggugurkan niatku untuk terus melaju, mungkin bagi sebagian orang menganggap aku ini bucin (budak cinta), persetan dengan omongan orang lain.
Semua orang berhak mencintai apa yang dia suka, semua orang berhak merawat apa yang dia sayangi, urus saja duniamu, ku urus duniaku maka tak perlu mencaci maki.
Aku pun tiba dirumahnya pukul 20.00, belum juga sempat kusandarkan motorku karena melihat kecantikannya, bahkan bulan saja tak sanggup untuk berkedip melihatnya.
"Huss.. apa liat-liat ayo berangkat mang" ujarnya
"Eh... engga ko itu di baju kamu ada kecoa" kataku dengan spontan
"Hah! Dimana???"
Ahh arkaaa!!!
Malam itupun menjadi semakin hangat, semoga kita bisa seperti ini untuk seterusnya.
Bagaimana hari ini? Semuanya lancar? Yang kamu rencanakan sesuai harapan? Semoga jawabannya " iya ", kalaupun " tidak " jangan khawatir, karena apa-apa yang terjadi di hari ini adalah jalan menuju bahagia di lain hari.
KAMU SEDANG MEMBACA
Penipu Ulung
RandomSeorang manusia naif yang tidak rela akan adanya perpisahan.
