Manusia dan Covid-19

34 0 0
                                        

Banyak yg saya dengar akhir-akhir ini orang-orang dengan dada membusung lantang seraya lugas menertawai ketakutan masal yang sedang terjadi saat ini. Satu kalimat kala itu samar tersiar di telingaku ketika tengah duduk di salah satu cafe di ibukota.

"Lebay banget, cuma corona doang"

Karena gatal mendengar argumen orang itu yang saya rasa begitu jumawa di hadapan kawan"nya, saya putuskan untuk menghampirinya.

"Permisi mas, boleh saya sedikit membantah argumen mas barusan." tuturku sambil menepuk pundaknya dari belakang.

"Anda siapa?" Jawabnya padaku

"Saya adalah salah satu pengidap corona dan ingin berbagi penyakit ini kepada mas"

Seketika itu dia langsung lari dan berteriak. Padahal saya hanya berpura" guna memberi efek jera kepadanya.

Teman"nya langsung mengusir saya bahkan pelayan cafe pun juga.
Singkat cerita, saya katakan sejujurnya kepada mereka semua sambil berteriak dan marah.

"Saya tidak menyandang corona sebenarnya. Saya hanya ingin memberi efek jera pada manusia jumawa itu. Ia boleh saja tidak merasa takut, namun jangan menyepelekan ketakutan orang lain."

Setelah berteriak dan mengklarifikasi demikian, saya keluar dari pintu cafe tersebut sambil berucap kepada orang" yang ada di sana.

"Manusia-manusia yang menyepelekan sebuah penyakit dan ketakutan orang lain, jauh lebih berbahaya dari penyakit itu sendiri"

Kemudian hening.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 15, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Penipu UlungCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang